Cara Analisa Saham dengan 2 Analisis Dasar

Investasi di pasar modal dapat memberikan bermacam – macam keuntungan bagi mereka pemegang saham. Ada banyak sekali alternatif yang ditawarkan ketika hendak berinvestasi, salah satunya adalah investasi saham.

Seperti yang kita ketahui bahwa investasi saham merupakan investasi yang menjanjikan dan dapat mendatangkan keuntungan yang besar sekaligus. Akan tetapi disamping keuntungan yang besar tersebut tentunya juga ada risiko yang harus ditanggung. Risiko yang dihadapi memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada investasi lainnya.

Oleh karena itu ketika kita ingin berinvestasi perlu dan wajib melakukan persiapan. Persiapan tersebut adalah dengan menggunakan analisis untuk memahami pergerakan saham. Berikut disajikan bagaimana cara menganalisis suatu saham !

Cara Analisa Saham Dengan Tepat

Menganalisis suatu pergerakan saham sebelum berinvestasi hukumnya wajib untuk menghindarkan diri dari risiko atas kerugian yang tinggi. Karena tujuan utama investasi saham tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendapatkan return melalui capital gain dan deviden.

Dalam dunia investasi saham sendiri terkenal akan 2 analisis yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Kedua analisis ini dapat digunakan salah satu atau dua – duanya juga malah bagus. Asalkan menggunakan perhitungan dan perkiraan yang seimbang.

Kedua analisis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Karena tujuan dan fungsi utama dari analisis ini adalah sebagai bahan pertimbangan bagi para investor apakah ingin membeli atau menjual saham berdasarkan kelayakan harga saham.

Mari kita simak 2 analisis tersebut secara mendalam.

Analisis Fundamental

Analisis fundamental merupakan analisis yang meggunakan penilaian nilai tetap atau nilai intrinsik suatu perusahaan yang nantinya dapat mempengaruhi saham. Nilai tetap atau nilai intrinsik ini merupakan suatu nilai yang didasarkan atas kemampuan dalam menghasilkan earning.

Apabila nilai intrinsik lebih kecil daripada harga saham di pasar saat pada saat itu maka saham tersebut bisa dikatakan overvalued. Sangat disarankan untuk menjual saham yang dimiliki.

Apabila nilai intrinsik lebih besar daripada harga saham di pasar saat pada saat itu maka saham tersebut bisa dikatakan undervalued. Sangat disarankan untuk membelu dan menahan saham.

Apabila nilai intrinsik dengan harga saham di pasar saat pada saat itu seimbang. Hal ini berarti bahwa saham memiliki nilai yang wajar atau biasa disebut dengan corrrectly valued.

Dalam analisis fundamental ini didasarkan atas analisis industri (sektoral), ekonomi (makro), serta perusahaan (mikro).

  1. Analisis Industri (Sektoral)

Analisis industri merupakan analasis yang menggunakan pengetahuan mendalam mengenai jenis industri yang bergerak dalam aktivitas ekonomi. Industri yang dimaksud adalah sekelompok perusahaan yang bergerak menggunakan teknologi serta menghasi;kan barang atau jasa yang saling mengisi.

Nah, hal yang perlu diperhatikan apakah perusahaan yang dituju dapat mempunyai prospek yang baik atau tidak dinilai berdasarkan :

  • Kondisi perbaruan terhadap industri, persaingan dan harga saham perusahaan industri sejenis.
  • Analisis laba dan penjualan
  • Kebijakan dan sikap yang diambil pemerintah pada bidang industri
  • Permanensi industri
  1. Analisis Ekonomi (Makro)

Analisis ekonomi merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat perkembangan pasar modal yang dipengaruhi oleh kondisi perekonomian negara. Perekonomian negara yang dapat mempengaruhi adalah pertumbuhan, inflasi serta regulasi.

Perkembangan pasar modal dapat dikatakan positif apabila didorong oleh pertumbuhan perekonomian akibat oleh tingginya volume perdagangan suatu negara. Sebaliknya, pasar modal dikatakan mengalami kelesuan yang berakibat pada turunnya harga saham karena perekonomian pada negara tersebut tidak mengalami pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh menurunnya volume perdagangan.

Adanya inflasi yang tinggi pada perekonomian suatu negara dapat memperburuk perkembangan pasar modal yang berakibat pada nilai saham. Sebaliknya, apabila inflasi menurun maka pasar modal akan berkembang.

Selain itu, kebijakan perekonomian yang dikeluarkan oleh pemerintah yang sifatnya memihak pasar modal akan menambah perkembangan pasar modal.

  1. Analisis Perusahaan (Mikro)

Analisis yang digunakan untuk mengetahui kondisi perusahaan dengan cara melihat laporan keuangan yang telah dikeluarkan kemudian mengukur tingkat kesehatan keuangan berdasarkan likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas perusahaan tersebut.

Informasi atas analisis ini sangat berguna untuk menentukan kinerja perusahaan yang akan berpengaruh pada nilai saham nantinya.

Ada 6 jenis rasio yang digunakan yaitu Price Eraning Ratio (PER) yaitu membandingkan harga saham dengan laba (earning) perusahaan dengan cara menghitung nilai intrinsik saham, Return On Equity (ROE) yaitu tingkat kemampuan perusahaan dalam mengelola modal untuk mendapatkan laba bersih, Debt to Equity Ratio (DER) yaitu mengukur seberapa tingkat penggunaan utang terhadap ekuitas perusahaan, Earning Per Share (EPS) yaitu membandingkan antara jumlah lembar saham perusahaan dengan pendapatan bersih setelah pajak, Devidend Yield (DY) yaitu mengukur ukuran pembagian deviden dari perusahaan terhadap harga saham di pasar, dan Price to Book Value (PBV) yaitu menilai harga suatu perusahaan caranya membandingkan dengan kekayaan bersih.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan analisis yang menggunakan pasar spesifik untuk menganalisis saham – saham yang berasal dari individual yang berasal dari sejumlah saham dalam bursa.

Analisis ini menggunakan catatan – catatan harga saham yang telah dipublikasikan dalam pasar kemudian menilai permintaan dan penawaran suatu saham. Catatan – catatan yang dipublikasikan memuat tentang kuantitas perdagangan serta indeks harga saham yang berlaku.

Tujuan dari adanya analisis ini adalah untuk memprediksi harga saham individu dalam pasar dalam jangka waktu pendek. Jadi, pendekatan ini sangat menekankan pada kuantitas trading yang timbul dari permintaan dan penawaran perilaku serta harga saham yang nantinya akan menentukan harga saham di masa yang akan datang.

Jika disimpulkan, ada 4 indikator dalam analisis teknikal ini yaitu perbandingan antara kisaran harga tertinggi atau terendah pada suatu periode tertentu dengan harga penutupan, melihat trend untuk mengetahui kapan sinyal penjualan atau pembelian dilakukan, perhitungan harga rata – rata suatu saham pada periode tertentu, serta perbandingan antara tingkat kenaikan serta penurunan suatu harga saham.

Simpulan

Penggunaan analisis fundamental dan analisis teknikal memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung situasi dan perusahaan yang akan dituju. Masing – masing dapat memberikan return yang positif bagi kita sebagai pemegang saham.

Penggunaan secara kombinasi analisis teknikal dan fundamental yang tepat juga dapat memberikan hasil return yang cepat dan cenderung lebih tinggi. Hal ini berarti bahwa adanya informasi dari fundamental dapat melengkapi informasi dari analisis teknikal sehingga tidak hanya berfokus pada nilai harga wajar saham saja.

Kita sebagai investor sebaiknya juga memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan dari sektor bisnis yang akan dituju untuk menilai saham yang wajar sebelum berinvestasi.

Cara menganalisis suatu saham di atas semoga dapat membantu dalam memperkaya wawasan dan menambah keahlian kita dalam berinvestasi. Sebaiknya, dalam mempelajari investasi saham juga dibantu dengan mereka yang sudah ahli atau sudah pernah terjun di bidang ini. Karena pengalaman adalah guru yang paling berharga.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *