Memahami Capital Gain dan Dividen Dalam Saham

Apa itu Capital Gain? Sebelum memutuskan untuk bermain saham, ada baiknya untuk memahami capital gain dan dividen terlebih dulu. Sebab, keduanya adalah sumber keuntungan bagi para pemain saham. Ada trader yang sengaja mengincar capital gain, ada pula investor memilih saham dengan dividen yang tinggi. Mana yang paling lebih bagus dari keduanya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dulu harus memahami apa itu capital gain dan dividen. Simak selengkapnya berikut ini!

Pengertian Capital Gain

Pengertian dari capital gain ialah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual lebih tinggi dari harga belinya. Untuk mendapatkan capital gain, maka seseorang itu harus terlebih dulu menjual sahamnya. Kemudian, harga yang ditawarkan di atas harga belinya. Jika ternyata saham yang dijual harganya justru lebih rendah, maka itu disebut dengan capital loss.

Contoh Capital Gain Secara Sederhana

Sebagai contohnya ketika seseorang membeli saham Bank Syariah A sebanyak 100 lot. Sementara harga per lot-nya adalah 500 per lembar dan satuan per lot muat 100 lembar saham. Sehingga, ia harus mengeluarkan modal setidaknya 5 juta rupiah (100x500x100).

Setelah membeli saham itu, kemudian harga sahamnya naik jadi 510 per lembar. Jika seseorang itu menjual sahamnya di saat tersebut, maka ia akan memperoleh capital gain sebanyak 100.000 ribu rupiah (10x100x100), beserta modal awalnya.

Sementara, ada kebijakan lain dari pihak pemerintah yang memberlakukan pajak 0,1 persen untuk setiap penjual saham. Itu berlaku di setiap kali transaksi, baik itu untung atau rugi. Tapi, pajak tersebut tidak berlaku pada hitungan capital gain.

Pengertian Dividen

Untuk pengertian dari dividen sendiri adalah bagian dari untung perusahaan yang akan diberikan ke pemegang sahamnya. Besar kecilnya pembagian ini dijalankan secara berkala di periode tertentu. Bisa setiap enam bulan sekali ataupun setahun sekali.

Contoh Dari Dividen

Contohnya saja ketika seorang investor saham XYZ tengah membeli saham sebanyak 25 lot dengan harga 600 per lembar. Pembelian terjadi sebelum cum date atau tanggal terakhir pembelian saham yang akan dibagi dividen. Karena per lot saham itu memuat 100 lembar, maka jadi 25x600x100 atau 1.500.000 ribu rupiah. Modal minimal yang harus disediakan investor itu adalah tersebut.

Kemudian, di beberapa hari ternyata Bank XYZ membagikan dividen sebesar 50 per lembar. Maka nominal dividen yang akan diterima investor adalah 15x50x100 jadi 750.000 ribu rupiah. Belum termasuk pajak ya! Sebab pemerintah memberlakukan pajak sebesar 15% yang berlaku untuk pendapatan dividen. Sehingga, dividen yang diterima akan dipotong pajak terlebih dulu.

Setelah investor memperoleh dividen, ia akan tetap mempunyai saham di bank itu. Lalu, ia boleh memilih untuk mempertahankan sahamnya di sana sampai pembagian dividen berikutnya. Selain itu, bisa juga untuk dijual guna mendapatkan capital gain.

Perlu diketahui bahwa dividen ini tidak selalu dibagikan dalam bentuk uang cash, tapi bisa juga non tunai. Kendati demikian, investor pun bisa menemui risiko di mana ia tidak menerima dividen. Sebab perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk membagikan dividen di setiap periode. Bahkan perusahaan bisa menunda pemberian dividen jika memerlukan ekspansi lebih lanjut. Misalnya saja membayar tagihan hutang.

Setelah mengetahui mengenai pengertian capital gain dan dividen, bagaimana menurutmu? Apakah yang dapat kamu simpulkan?

Pentingnya Memahami Capital Gain Dan Dividen

Sangat penting untuk memahami apa itu dividen dan juga capital gain. Sebab keduanya sama-sama bisa dipilih dalam bermain saham. Pilihan yang tepat akan membawa keuntungan tersendiri. Apakah nantinya harus pilih dividen, ataukah capital gain harus betul-betul dipertimbangkan dengan matang.

Perbandingan Antara Capital Gain Dengan Dividen

Dapat disimpulkan juga bahwa dividen dan capital gain punya perbedaan yang cukup jauh. Beberapa perbandingan keduanya seperti:

  • Dividen berasal dari pembagian keuntungan perusahaan, sedangkan capital gain ialah laba yang diperoleh dari transaksi jual beli saham.
  • Dividen hanya dapat diterima dalam waktu tertentu sesuai jadwal, sementara capital gain dapat diperoleh kapan saja. Bahkan dalam satu tahun berjalan, suat perusahaan dapat memberikan dividen maksimal sebanyak 10 kali. Padahal, proses jual beli saham bisa dilakukan berkali-kali. Karena alasan ini pula, investor lebih memprioritaskan capital gain dari pada dividen.
  • Dividen dikenai pajak, sedangkan capital gain tidak. Karena tidak dikenai pajak, capital gain dinilai lebih menguntungkan.
  • Dividen bisa berupa uang tunai dan non tunai, tapi capital gain selalu dan pasti dalam bentuk uang tunai.

Jika diperhatikan lagi, keduanya sama-sama penting, bukan? Hanya saja, sebagai pemain saham, kita harus tepat dalam mengambil tindakan untuk memilih dividen atau capital gain. Semua bisa disesuaikan dengan target keuntungan investasi dan jangka waktu yang diambil.

Biasanya, capital gain diambil dalam jangka pendek. Sedangkan dividen lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Tapi, bisa juga untuk berorientasi pada keduanya yakni mendapatkan dividen dan capital gain.

Bagaimana Cara Mendapatkan Capital Gain Dan Dividen Sekaligus?

Apakah seorang investor bisa mendapatkan dividen dan capital gain sekaligus? Kira-kira bagaimana menurutmu? Bisa atau tidak? Jelas bisa, hanya saja risikonya sangat-sangat tinggi.

Sederhana begini, seorang investor tidak harus punya saham terlebih dulu sebelum ia mendapatkan dividen. Kemudian ia bisa membeli saham di waktu cum date, yaitu tanggal terakhir di mana pembelian saham akan diberi dividen. Keesokannya atau ex date, ia bisa menjual saham tersebut.

Di sini, banyak yang sengaja memilih pembelian saham pada waktu cum date. Tujuannya untuk mendapatkan dividen tanpa menunggu lama. Cukup semalam saja. Kemudian ia menjual saham itu dengan harapan mendapati capital gain. Meski kelihatannya sangat mudah, tapi ini justru berisiko besar yang disebut dengan istilah dividen trap.

Kebanyakan pada waktu mendekati cum date, harga saham terus melaju naik. Sebab banyak investor yang menginginkan keuntungan instan dari dividen. Namun, harga saham yang ada dapat menurun sangat drastis di saat ex date atau hari setelahnya. Akibatnya, penjualan saham setelah cum date bisa menyebabkan kerugian besar, bahkan lebih besar daripada keuntungan dari dividen.

Kejadian dividen trap ini sering kali menimpa perusahaan-perusahaan yang mempunyai kondisi fundamental buruk. Oleh sebab itu, setiap investor harus memperhatikan latar belakang fundamental dari perusahaan yang akan ditanami saham. Perlu diingat bahwa saham berkualitas itu menawarkan peluang capital gain dan dividen yang bagus. Sedangkan saham yang belum bermutu bisa jadi memberikan risiko yang jauh lebih tinggi daripada profitnya.

Memahami capital gain dan juga dividen dalam berinvestasi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya laba yang diterima. Karena itu, sebelum terjun berinvestasi, ada baiknya untuk memahami betul-betul apa itu dividen dan juga capital gain.

Selain memahami capital gain dan dividen, investor juga harus memantau perkembangan pasar secara berkala. Sehingga bisa mengambil tindakan untuk capital gain ataukah justru memilih dividen.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *