Bagaimana Biar Tidak Mudah Panik dan Emosional Ketika Investasi Saham? Ini Dia 11 Cara Mengendalikannya!

Apakah kamu sedang mencari solusi bagaimana biar tidak mudah panik dan emosional ketika investasi saham? Pada dasarnya bermain saham tidak hanya melibatkan modal, kecerdasan dan strategi semata. Perlu dukungan emosi yang stabil dan ini sangat penting. Kenapa?

Alasannya sangat sederhana karena emosi erat sekali dengan tindakan pengambilan keputusan dalam bermain saham. Lalu, bagaimana caranya untuk mengendalikan emosi biar tidak mudah panik ataupun bertindak ceroboh? Simak berikut!

Bagaimana Biar Tidak Mudah Panik dan Emosional Ketika Investasi Saham? Berikut 11 Cara Mengendalikannya!

Tujuan utama bermain saham adalah untuk memperoleh keuntungan. Namun pada kenyataannya, harapan tersebut tidak selalu sama dengan ekspektasi. Ada kalanya pasar saham yang dimiliki mengalami penurunan dan begitu juga sebaliknya. Supaya tidak gampang panik apalagi cemas dalam berinvestasi, berikut ada beberapa cara untuk mengendalikannya!

  1. Ingat tujuan utama bermain saham

Kondisi pasar saham memang tidak pernah berjalan lurus. Ada kalanya bagus dan juga buruk. Keadaan ini pun secara sadar maupun tidak mempengaruhi para investor dalam mengambil Keputusan. Kadang bingung harus maju ataukah mundur.

Poin utama yang harus dilakukan agar tidak gampang panik dalam bermain saham adalah mengingat kembali tujuan utama berinvestasi. Fokuskanlah pada tujuan yang semula sudah ditargetkan sejak awal bermain saham.

  1. Berpikir tenang dan bijak

Usahakan untuk selalu berpikir dengan tenang di segala situasi, baik itu ketika pasar saham tengah turun maupun naik. Tenangkan pikiran agar bisa mengambil tindakan dengan bijak. Sebab, kekhawatiran berlebihan hanya akan memperburuk keadaan. Bahkan bisa mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

  1. Belajarlah kepada sesama investor

Tak perlu malu untuk bertanya dan belajar kepada investor lain. Sebab yang bermain di pasar ada banyak dan sudah lebih dulu darimu. Oleh karena itu, kamu bisa belajar tentang investasi saham bersama mereka.

  1. Susun rencana investasi jangka panjang

Sebetulnya memang investasi itu ditujukan untuk jangka panjang. Selain itu, kamu juga harus menentukan tujuan dalam menanam saham itu sendiri. Jadinya, ketika saham tengah mengalami anjlok dan belum sesuai jangka berinvestasi, kamu tidak perlu panik. Apalagi buru-buru mencairkan uang itu.

  1. Pilih saham yang memiliki kualitas bagus

Untuk bisa mengetahui bagus tidaknya kondisi pasar saham yang ada, kamu harus mengecek terlebih dulu. Jangan sampai hanya melihat besarnya keuntungan yang ditawarkan saja, tapi juga hal-hal lainnya perlu diketahui.

  1. Kenali risiko bermain saham

Sebagai investor kita harus paham, bahwa dalam berinvestasi selalu ada risiko yang siap datang kapan saja. Bahwasannya, hubungan dari keuntungan dan kerugian dalam investasi saham adalah berbanding lurus. Semakin tinggi nilai ekspektasi, maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung.

  1. Jangan habiskan modal dalam satu perusahaan

Kenapa tidak bagus menghabiskan semua modal untuk berinvestasi di satu perusahaan? Ibaratnya adalah meletakkan semua telur dalam satu buah keranjang. Jika keranjang itu jatuh, maka telur-telur yang ada akan pecah semua. Sama halnya dengan uang yang diinvestasikan. Jika perusahaan tersebut tengah mengalami kerugian, maka semua saham yang kamu miliki akan turun semua.

Oleh karena itu, dalam menanam saham tidak bisa sembarangan. Sebab mengeluarkan dana besar dalam satu perusahaan yang sama belum menjamin keuntungan yang banyak.

  1. Investasikan dana secara teratur

Salah satu cara efektif untuk menghindari emosional dalam berinvestasi adalah menginvestasikan dana secara teratur baik itu mingguan maupun bulanan. Strategi ini terus dikerjakan tanpa terpengaruh oleh kondisi pasar saham yang ada.

Sekalipun kamu bisa menginvestasikan dana 100 juta sekaligus, tapi akan lebih bagus jika berinvestasi 100 ribu secara teratur. Langkah ini dapat membantu konsistensi dalam berinvestasi.

  1. Pilih waktu yang tepat

Tahukah kamu, ketika pasar saham tengah jatuh dan turun, banyak sekali investor yang keluar dari kondisi tersebut. Di sini kita bisa ambil pelajaran berharga agar tidak panik ataupun buru-buru keluar ketika mendengar berita buruk. Adalah memilih saham yang memiliki nilai fundamental bagus. Sehingga sekalipun saham tersebut turun, maka akan segera pulih kembali.

Keluar dari pasar saham di saat nilainya tengah anjlok bukanlah satu-satunya solusi. Apalagi jika kamu belum menimbang beberapa pertimbangan yang ada. Karena itu, atur emosi untuk tetap bertahan terlebih dulu. Apalagi jika investasi yang diikuti baru saja ditekuni.

  1. Teliti dalam menelaah berita dan informasi

Mungkin saja kamu bisa mendengar berita seputar saham dari berbagai media. Tapi, sebelum mengambil keputusan untuk membeli ataukah menjual saham, kamu harus memastikan informasi itu lagi. Jadi, teliti kembali segala bentuk berita yang kamu terima.

Jangan meniru orang lain tanpa berpikir dulu

Salah satu kesalahan besar yang memicu kepanikan dalam bermain saham adalah ikut-ikutan tetangga sebelah. Padahal, pilihan dari orang lain belum tentu benar adanya. Oleh karena itu, hindari meniru pilihan orang lain tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dulu. Kamu harus miliki pemikiran yang rasional berdasarkan analisa dan pengamatan, bukan karena ikut-ikutan.

Melihat laju perkembangan saham yang naik turun dan tidak menentu sering kali memicu kecemasan. Emosional pun semakin mengambil alih keadaan dan membuat segala keputusan diambil berdasarkan emosi. Padahal ini sangat-sangat tidak bagus. Kenapa?

Bermain saham perlu diimbangi dengan emosional yang stabil. Jadi, tidak buru-buru untuk langsung join pas saham lagi bagus-bagusnya, ataupun langsung keluar di waktu saham anjlok. Bukan seperti itu cara bermain saham yang bijak! Bisa-bisa hanya menimbulkan kerugian saja.

Faktor Yang Membuat Diri Jadi Emosional Ketika Berinvestasi

Untuk lebih mudah menghindari kepanikan ketika berinvestasi, kamu perlu tahu faktor penyebabnya. Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan investasi tidak lagi rasional dan jadi emosional!

  • Euforia

Merupakan kegembiraan berlebihan ketika melihat laju perkembangan saham yang dimiliki tengah naik. Bahkan terus bertambah. Padahal, kondisi ini bisa saja tidak bertahan lama dan menyebabkan saham yang ada tampak melambat.

  • Ketakutan

Ketakutan biasanya muncul di saat harga sahamnya tengah turun. Hingga membuat sang investor terburu-buru untuk menjual sahamnya. Padahal, hal ini bukanlah satu-satunya jalan. Lagi pula, kondisi pasar sangat tidak menentu dan bisa bergerak ke atas maupun ke bawah.

  • Terlalu percaya diri

Terkadang pergerakan saham yang naik turut menandakan adanya keuntungan. Seolah berhasil dengan analisa yang ada sampai-sampai mengabaikan tanda-tanda lain yang muncul di pasar saham. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk tetap rendah hati dan tetap hati-hati.

Mengelola emosi dalam bermain mungkin terdengar sepele. Tapi ini sangat-sangat penting. Bahkan kamu wajib untuk memiliki emosional yang stabil agar tidak terbawa perasaan sesaat dalam mengambil tindakan. Salah satu caranya adalah dengan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan pemikiran yang tidak rasional.

Dari serangkaian upaya bagaimana biar tidak mudah panik dan emosional ketika investasi saham di atas, bisa dipahami terlebih dulu sebelum. Sehingga, kamu bisa berinvestasi dengan aman tanpa dikecohkan oleh gejolak yang tidak penting.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *