Bahaya Trading Berdasar FOMO (Fear of Missing Out)

Salah satu tujuan berinvestasi saham adalah mau dapat untung, tapi tentunya dengan pertimbangan yang matang. Sayangnya, tak sedikit yang gegabah dan akhirnya melakukan langkah salah seperti FOMO. Padahal bahaya trading berdasar FOMO (Fear of Missing Out) akan sangat merugikan investor saham apalagi pemula.

Mengenal FOMO Lebih Dekat

Apa sebenarnya FOMO? Secara umum lebih identik dengan dunia maya, ketika seseorang yang sudah maniak sosial media tidak bisa melepaskan diri sedetikpun dari media tersebut. Alasannya, takut tidak update informasi yang ada dalam hal apapun alhasil dia berupaya untuk bisa tetap online kapanpun dan dimanapun.

Tapi, kalau di dunia saham, FOMO merupakan kebiasaan seseorang untuk membeli saham dalam jumlah banyak saat harga naik, karena takut kehilangan kesempatan dapat untung dan jadi kaya raya.

Sayangnya, upaya pembelian saham itu tidak diikuti oleh pemahaman yang tepat dan analisa yang jelas apakah tindakannya itu benar atau justru akan merugikan.

Jika disederhanakan FOMO merupakan rasa takut seseorang kehilangan kesempatan mendapatkan untung di bursa saham. Karena FOMO ini akan sangat membahayakan eksistensi seorang investor saham lho!

Kenapa Bisa Terjadi FOMO?

Ada beberapa alasan mengapa FOMO bisa menghantui investor saham, yang ujung-ujungnya membuat mereka mengalami kerugian. Beberapa alasan FOMO terjadi adalah:

  1. Resensi bias yang sangat mempengaruhi pola pikir seorang investor, sebab dia hanya fokus pada kondisi saham saat ini tanpa membandingkan dan menganalisa dengan kondisi sebelumnya. Salah satu resensi biasa yang terjadi adalah, ketika harga saham naik maka akan terus naik untuk jangka panjang.
  2. Informasi melalui berbagai media, memperburuk pemikiran investor yang tak ingin rugi dan kehilangan momentum berinvestasi. Mulai dari informasi saham terkini melalui berita, diskusi saham di berbagai komunitas online yang belum tentu akan ada dampaknya bagi investasi yang sudah dilakukan seorang investor.

Sehingga timbul kecemasan berlebih dan berujung pengambilan keputusan yang salah saat bermain saham.

Apa Bahaya Trading Berdasar FOMO (Fear of Missing Out)

Ada beberapa bahaya ketika seorang investor bermain saham dengan mengedepankan FOMO. Anda mau tahu?

  • Salah Pilih Saham

Investor yang punya ketakutan saat berinvestasi, cenderung akan salah pilih saham yang akan dibelinya. Dia lebih tergiur harga saham tinggi, dengan pertimbangan akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi pula.

Padahal di dalam dunia investasi saham, harga tinggi saham tidak akan berlaku permanen. Akan terjadi trend positif dan negatif yang selalu dinamis setiap saat. Persepsi inilah yang membuat investor banyak gulung tikar.

  • Salah Strategi

Ketika mengikuti naluri FOMO, investor akan cenderung salah strategi dalam buy and sell. Dimana yang dititikberatkannya hanya keinginan untuk mendapatkan untung, lalu mengabaikan analisis fundamental dan teknikal yang harusnya jadi bahan pertimbangan utama saat bermain saham.

Ujung-ujungnya, penerapan strategi yang salah memberikan dampak buruk pada eksistensinya di bursa saham sebagai investor.

  • Rugi Besar

Yap! Ini adalah bahaya yang sangat banyak dialami oleh investor FOMO, dimana mereka berbondong-bondong beli saham harga tinggi dengan harapan untung besar saat profit dibagikan. Ternyata dalam waktu tak lama, harga saham itu anjlok bahkan nilai jualnya di bawah nilai beli. Rugi besar bukan?

Bahaya ini sering dialami para investor saham pemula yang ikut-ikutan trend tanpa persiapan yang matang. Sehingga mereka berhenti investasi dan menyimpulkan bahwa investasi saham itu berbahaya. Padahal, kesalahan bukan pada bursa saham tapi wawasan dan langkah yang diambilnya yang kurang tepat.

  • Depresi

Ini adalah bahaya yang dialami investor ketika menggelontorkan semua uang untuk beli saham yang salah. Lalu, ketika harga saham turun, dia tak kuat menderita kerugian dan akhirnya jadi depresi dan stress karena kerugian besar yang dialaminya.

Bahaya ini bisa terjadi pada investor pemula yang masih kurang pengalaman, hingga investor expert yang masih memiliki pemikiran FOMO yang berlebihan.

Bagaimana Cara Mengatasi FOMO?

Untuk mengatasi masalah FOMO, banyak cara bisa dilakukan. Anda yang merasa selama ini ikut jadi korban FOMO berlebihan, juga dapat melakukan upaya berikut ini.

  1. Tentukan Rencana Investasi Saham

Anda harus memiliki rencana investasi saham yang jelas, bukan saja untuk jangka pendek tapi juga untuk jangka panjang. Beberapa hal yang perlu direncanakan dengan matang adalah:

  • Ukuran posisi yang sesuai dengan target untuk stop loss
  • Apa strategi yang akan dipakai untuk entry di periode tertentu
  • Pastikan memiliki catatan aktivitas Anda di bursa saham, sehingga bisa dievaluasi secara berkala atau kapanpun Anda ingin melakukannya.
  • Buat target resiko dan reward ratio yang bisa jadi acuan saat beraktivitas di pasar saham
  • Tentukan bagaimana strategi Anda untuk mengambil keuntungan, termasuk strategi kapan harus exit. Untuk meminimalisir kerugian
  1. Terus Belajar

Jangan lupa untuk terus mempelajari semua hal yang penting di dunia saham, apapun itu. Mulai dari analisis, memperbanyak membaca informasi dari berbagai sumber seperti media cetak hingga situs-situs saham nasional dan dunia.

Selain itu, jika memungkinkan berdiskusilah di forum-forum bursa saham kompeten untuk mencari strategi-strategi baru yang bisa diterapkan saat Anda entry nanti. Ketika belajar sudah menjadi salah satu kebiasaan, maka akan banyak hal baru yang didapat dan membuat Anda lebih selektif dalam mengambil keputusan.

  1. Order Otomatis

Saat ini ada aplikasi trading saham yang bisa dimanfaatkan untuk membantu mengambil langkah yang tepat di saat yang tepat. Seperti memilih fitur order otomatis, kemudian pilih sell limit, buy limit, atau buy stop. Sehingga apapun yang akan Anda lakukan tidak meleset, tapi tentunya perlu analisa yang jelas sebelum memilih.

  1. Disiplin

Maksudnya adalah disiplin dalam menggunakan strategi yang sudah Anda pilih, mulailah pakai strategi itu dari awal berinvestasi sesuai rencana yang sudah disiapkan. Jadi, langkah Anda di bursa saham bisa terukur dan pastinya minim kerugian karena sudah melalui pertimbangan yang matang dan analisis yang tepat.

  1. Sabar

Dalam berinvestasi saham, kesabaran juga sangat dituntut. Jangan gegabah dalam melakukan aktivitas hanya karena ingin dapat untung. Cobalah melihat pergerakan saham dalam durasi tertentu, kemudian pelajari dengan sabar lalu lakukan tindakan yang tepat.

Ingat! Jangan terpengaruh dengan orang lain yang bisa dapat untung besar di waktu yang singkat. Bisa saja itu kebetulan atau memang strategi yang dipakainya sesuai dengan kondisi pasar saham.

  1. Jangan Panik

Pastikan untuk tetap tenang dalam kondisi apapun, termasuk ketika Anda melihat informasi baru di bursa saham yang Anda ikuti. Memang, akan banyak terjadi kondisi dinamis dalam waktu singkat, misalnya harga saham turun drastis atau naik drastis.

Setelah mengetahui apa itu FOMO, bahaya trading berdasar FOMO (Fear of Missing Out) dan hal penting lainnya. Anda bisa lebih aware dalam mengambil keputusan saat investasi saham, supaya kerugian bisa diminimalisir dan target profit yang diinginkan bisa tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *