Apakah Vaksin akan Mempengaruhi Pasar Bursa di Dunia?

Pada umumnya, sebuah virus berbahaya yang dapat menyerang manusia atau pun makhluk hidup lainnya hanya bisa disembuhkan oleh sebuah vaksin yang diciptakan secara khusus untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Lalu, yang menjadi pertanyaan bagi para invcstor saham adalah apakah vaksin akan mempengaruhi pasar bursa di dunia?

Contohnya saja dengan kejadian COVID-19 yang melanda dunia pada tahun 2020, tentu membuat semua negara khususnya negara-negara yang maju dan berkembang berinisiatif untuk menciptakan sebuah vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan virus jenis satu ini.

Jika dilihat secara kasat mata, mungkin penciptaan vaksin ini tidak akan mempengaruhi pasar bursa di dunia, tapi nyatanya penciptaan vaksin termasuk dalam beberapa peristiwa yang mampu mempengaruhi pasar bursa menjadi lebih positif lagi. Nah, artikel ini akan membahas mengenai topik ini secara rinci, simak dengan baik supaya ilmu mengenai investasi sahammu bisa semakin bertambah

Apakah vaksin akan mempengaruhi pasar bursa di dunia?

Kemunculan sebuah vaksin yang aman dan dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan virus tertentu sudah pasti akan dicari oleh banyak orang. Faktor inilah yang dikatakan dapat mengangkat pasar saham atau pasar bursa global. Contohnya ketika beberapa bulan yang lalu bursa saham Asia sempat mengalami kenaikan yang tinggi di tengah harapan semua orang dalam pemulihan global yang lebih cepat dengan kemunculan sebuah vaksin yang diharapkan dapat menyembuhkan penyakit COVID-19. Lonjakan pasar bursa ini didorong oleh optimisme pasar atas paket stimulus fiskal penanganan dari dampak virus COVID-19 di Amerika Serikat.

Selain pasar bursa di dunia, pasar saham di Indonesia sendiri juga mendapat kabar baik dan dikatakan memiliki potensi yang besar setelah ada kabar vaksin COVID-19 akan segera dikembangkan. Kabar baik mengenai dikembangkannya vaksin ini disebut-sebut bisa menjadi sentimen yang positif untuk membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai lebih tinggi lagi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut salah satu kepala riset dari sebuah perusahaan sekuritas, ada 3 faktor yang menjadi kunci dalam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke arah yang lebih positif, yaitu:

  • Penemuan vaksin
  • Penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional
  • Omnibus Law

Ketiga faktor ini dipercaya atau mungkin lebih tepatnya diharapkan dapat memberikan gairah baru bagi pasar bursa Indonesia maupun dunia.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga saham

Karena harga saham sendiri sudah dikenal tidak stabil yang berarti bisa mengalami kenaikan maupun penurunan di waktu kapan pun, jadi kamu juga perlu memahami faktor-faktor yang disebut dapat mempengaruhi harga saham.

Faktor utama dalam hal yang dapat mempengaruhi harga saham sebenarnya ada 2, yaitu fundamental dan teknikal. Maka, ketika dihadapkan oleh kedua faktor tersebut, gejala fluktuasi dari harga saham kemungkinan besar akan terlihat lebih jelas lagi.

Untuk mencari tahu lebih lanjut lagi mengenai faktor yang mempengaruhi harga saham, disarankan kamu sudah memahami betul berbagai macam jenis indeks saham, seperti contohnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini, bisa dijadikan sebuah acuan pada portofolio saham dan tren pasar bursa.

Lalu, ketika kamu sudah memahami betul betapa pentingnya pergerakan indeks saham, baru kamu pelajari gambaran mengenai beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga saham. Apa sajakah faktor tersebut? Simak jawabannya di bawah ini:

  1. Kondisi fundamental suatu perusahaan

Setiap perusahaan di dunia ini sudah pasti membutuhkan investor guna ekspansi bisnis atau menjaga arus kas perusahaan tetap berjalan dengan baik. Nah, inilah alasan mengapa penting bagi manajemen perusahaan untuk membuat kinerja seluruh karyawan di perusahaan itu sendiri tetap stabil dan terjaga dengan baik atau mungkin bisa juga bergerak naik selama 1 kuartal.

Kebijakan-kebijakan seperti kebijakan yang menyangkut perihal akuisisi, merger, dan divestasi harus dipikirkan secara matang-matang karena kebijakan-kebijakan ini nantinya otomatis bisa menjadi faktor yang dapat mempengaruhi harga saham.

  1. Gejala naik-turunnya kurs rupiah atau mata uang asing lainnya

Naik-turunnya kurs rupiah atau mata uang asing lainnya juga dikatakan bisa mempengaruhi pergerakan harga saham, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki hutang yang tidak sedikit.

Apabila kondisi nilai tukar suatu mata uang seperti contohnya rupiah sewaktu-waktu mengalami penurunan, maka perusahaan terbuka akan langsung merasakan imbasnya, khususnya bagi perusahaan terbuka yang bergerak di bidang ekspor dan/atau impor.

  1. Bullish dan Bearish seorang investor

Kedua istilah ini biasa dikenal juga sebagai tren beli-membeli. Tren beli-membeli ini dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Sebab, terjadinya kegiatan ini di kalangan para investor saham akan memiliki efek yang cukup besar dan secara bersamaan dalam dunia bursa.

Jika Bullish memiliki arti kondisi dimana harga saham di pasar modal mengalami kenaikan, Bearish memiliki arti kondisi dimana harga saham di pasar modal sedang mengalami penurunan yang signifikan.

  1. Manipulasi harga saham

Meskipun dilihat dari namanya yang menyiratkan hal yang negatif, tapi percaya atau tidak kondisi manipulasi harga saham kerap kali dilakukan dan dikatakan sudah lumrah untuk dilakukah, terutama di kalangan para investor yang sudah berpengalaman dan besar yang memiliki modal tidak sedikit.

Para investor besar ini biasanya memanfaatkan kekuatan media massa untuk memanipulasi harga saham tertentu, baik itu menurunkan maupun menaikkan harga saham. Oleh karena itulah kegiatan ini dikatakan sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga saham.

  1. Kepanikan akan image perusahaan

Selain kegiatan manipulasi harga saham, kepanikan yang terjadi akibat image perusahaan yang mengalami perubahan juga santer dibicarakan sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga saham. Sebab, perubahan image suatu perusahaan yang terjadi karena munculnya berita negatif tentang perusahaan tersebut dapat membuat para investor menjual sahamnya.

  1. Kondisi ekonomi negara

Faktor yang terakhir adalah kondisi ekonomi negara. Seorang investor tidak boleh meremehkan kondisi ekonomi negara karena faktor ini memiliki efek yang sangat besar untuk pasar modal. Berikut beberapa indikator ekonomi yang dapat mengakibatkan harga saham tidak stabil:

  • Acuan dari suku bunga akibat kebijakan moneter tiap negara yang berbeda
  • Tingkat dari inflasi yang mempengaruhi kenaikan suku bunga acuan
  • Penurunan Indeks Harga Konsumen yang mengakibatkan terjadinya deflasi

Indikator-indikator ini perlu kamu perhatikan dengan baik sebelum melihat kondisi ekonomi negara tertentu.

Akhir kata, vaksin bisa dikatakan memiliki pengaruh yang besar dalam pergerakan harga saham di pasar bursa. Jadi, kehadiran sebuah vaksin tidak hanya menguntungkan di bidang kesehatan namun juga di banyak bidang dan tidak terkecuali di dalam pasar bursa. Sekarang pertanyaan mengenai ‘Apakah vaksin akan mempengaruhi pasar bursa di dunia?’ yang beberapa hari ini bersarang di pikiranmu sudah terjawab dengan rinci, kan? Jadi, sekarang kamu sudah bisa menyingkirkan pertanyaan itu dari pikiranmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *