Apa Itu Stop Loss? Berikut Ini Penjelasan Stop Loss

Dunia investasi memang memiliki banyak istilah dan beberapa orang bertanya tentang apa itu stop loss dalam investasi saham. Bisnis saham memang cukup kompleks dan terdiri dari banyak pengertian. Hal tersebut dikarenakan saham adalah perwujudan aset yang dimiliki perusahaan dalam bentuk kertas atau yang biasa kita sebut lot. 1 lot sendiri biasanya terdiri dari 100 lembar kertas saham dan harga per kertas dibagi sesuai dengan keuntungan yang didapatkan perusahaan.

Dalam satu kertas atau lot yang dibeli, Anda telah menginvestasikan modal Anda untuk perusahaan yang Anda beli sahamnya. Jika Anda membeli saham sebanyak 2 lot pada perusahaan otomotif, maka Anda telah memberinya modal untuk perusahaan melakukan kegiatan produk. Apabila ada keuntungan, maka Anda akan mendapat persenan dividen yang Anda bisa ambil. Untuk mengetahui investasi saham dan stop loss lebih dalam, Anda dapat mengetahuinya lewat artikel di bawah ini.

Apa Itu Stop Loss dalam Investasi Saham dan Dampaknya

Berinvestasi merupakan hal yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Bahkan bisa dikatakan bahwa setiap orang berinvestasi untuk hidupnya. Apabila Anda membeli barang elektronik seperti laptop, maka hal tersebut secara tidak langsung merupakan investasi untuk menunjang kebutuhan keluarga Anda kedepannya. Kebutuhan yang dimaksud juga tergantung dengan apa yang Anda maksud saat itu juga.

Sebagai contohnya, Anda membeli laptop untuk bekerja. Ketika anak Anda beranjak dewasa dan laptop tersebut masih bisa digunakan, laptop tersebut bisa dipakai oleh anak Anda. Opsi lain adalah, ketika Anda membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan mendadak, maka Anda dapat menggadaikan laptop Anda terlebih dahulu. Fungsi laptop di sini sudah termasuk fungsi investasi, dimana laptop bisa dialihkan ke orang lain atau ditukar dengan hal lain. Investasi apapun asal bernilai tentu akan menjadi keuntungan bagi Anda.

Sama halnya seperti laptop, saham juga merupakan investasi. Bedanya, saham merupakan instrument investasi yang pergerakan harganya dapat dilihat dan diprediksi. Tujuan saham juga jelas, yaitu untuk menambah profit perusahaan. Saham bisa diibaratkan sebagai bentuk perusahaan membuka asetnya untuk dijual namun tidak secara keseluruhan. Saham membuat Anda menjadi pemilik modal perusahaan dan berkontribusi dalam bertambahnya keuntungan perusahaan.

Harga saham yang cenderung naik merupakan indikasi dari saham dengan penjualan yang stabil dan bagus serta kondisi perusahaan yang kondusif. Namun, bukan berarti memiliki saham selalu untung. Kadangkala, para imvestor juga harus menghadapi kenyataan kalau grafik saham naik turun tak menentu. Sehari saja bahkan harga saham bisa naik atau turun dengan drastis. Saat harga saham dalam keadaan tak menentu, maka Anda bisa memberlakukan Stop Loss.

Secara harfiah, Stop Loss artinya memberhentikan kerugian. Ketika harga saham yang Anda miliki menunjukkan grafik yang tak stabil, maka Anda bisa melakukan menutup posisi saham Anda di angka yang tidak begitu rendah. Dalam investasi saham, kerugian hanya bisa ditolerasi sebanyak 10%. Sehingga jika lebih dari 10%, maka investasi saham dapat dikatakan gagal untuk periode yang ditentukan.

Jenis-Jenis Stop Loss

Secara keseluruhan, stop loss dibagi menjadi beberapa jenis. Ada stop loss yang dilakukan dengan manual, ada stop loss yang dilakukan dengan menggunakan mesin. Kedua jenis tersebut merupakan jenis stop loss yang paling umum diketahui, walaupun beberapa investor mungkin memiliki strategi atau jenis tersendiri dalam memberlakuan stop loss. Untuk mengetahui lebih lanjut jenis-jenis stop loss, di bawah ini adalah jenis-jenis stop loss yang perlu Anda pahami.

  1. Manual Stop Loss

Seperti namanya, manual disini berarti Anda harus mengunci posisi untuk bisa mendapatkan keuntungan dari menjual saham. Sebagai contohnya, jika Anda membeli saham perusahaan A dan harganya sedang mengalami penurunan, maka sebelum harga tersebut jatuh terjerembab, Anda bisa melakukan pembatasan kepemilikan dan menjual saham tersebut. Ketika rate menunjukkan angka turun, Anda bisa langsung menutupnya di angka aman. Sehingga, Anda tidak mengalami kerugian yang lebih dalam.

  1. Automatic Stop Loss

Apakah Anda pernah menggunakan aplikasi investasi saham atau trading saham di ponsel pintar? Jika ya, maka Anda mungkin mengetahui kalau terdapat fitur dalam aplikasi tersebut untuk mengunci posisi saham Anda. Ketika saham turun ke angka misalnya Rp 600, maka karena sudah ditentukan sebelumnya, saham akan otomatis terkunci harganya dan dapat dijual di angka kritis tersebut. Cara ini memudahkan para trader atau investor saham yang sibuk dan tidak sempat melihat pergerakan, sehingga mereka tetap mendapatkan keuntungan.

Keunggulan Tiap Stop Loss

Dalam manual loss, Anda bebas menentukan di angka berapa Anda akan berhenti menahan saham Anda. Anda juga bisa menahan saham Anda dan melihat pergerakan dari hari ke hari untuk menemukan waktu yang tepat agar saham tersebut menghasilkan keuntungan yang maksimal. Selain itu, manual loss membuat Anda semakin mematangkan strategi dalam melakukan bisnis investasi. Sehingga, pengalaman Anda dalam investasi saham akan bertambah.

Sedangkan untuk automatic loss, Anda yang sedang sibuk mengurusi pekerjaan lain tidak perlu khawatir jika saham yang Anda miliki minus atau tidak untung. Pergerakan saham Anda akan diawasi oleh aplikasi yang bertugas untuk menyimpan lembar saham Anda. Akun Anda akan tersambung dengan komputer yang dimiliki aplikasi dan aplikasi tersebut akan bekerja sesuai dengan perintah Anda.

Kelemahan Tiap Stop Loss

Manual stop loss akan sangat memainkan emosi Anda. Tiap hari, Anda akan melihat harga saham yang naik turun. Saat harga saham turun, Anda akan menunggu saham tersebut untuk naik kembali. Menunggu harga saham untuk naik kembali seolah-olah menggadaikan keuntungan yang telah Anda dapatkan sebelumnya untuk sesuatu yang pasti. Saham memang permainan strategi, namun Anda tidak bisa menerabas aturannya karena alasan strategi juga.

Kebalikan dengan automatic loss. Anda akan menjadi lebih takut dalam menentukan stop loss. Anda akan menentukan harga yang tidak begitu tinggi dalam aplikasi sehingga aplikasi akan mengunci harga tersebut dan menukarkannya. Padahal, ada kesempatan bagi Anda untuk tetap memantau pergerakan harga dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Namun karena berbasis aplikasi, semuanya dilakukan atas perintah komputer.

Cara Melakukan Stop Loss dengan Tepat

  1. Pilih momen yang sesuai
  2. Jangan terburu-buru
  3. Jika grafik menunjukkan penurunan yang belum terjadi sebelumnya, langsung tutup posisi
  4. Buatkan pengingat untuk mengecek grafik

Dalam berinvestasi, sudah sepatutnya keberanian untuk menentukan untung rugi itu ditanamkan dalam diri. Jika tidak, maka apa yang sudah direncanakan jauh-jauh hari akan hilang begitu saja. Terlebih, investasi saham sendiri adalah bisnis menentukan selisih atau margin sehingga akan didapatkan keuntungan dari penjualan saham. Selain itu, saham yang memiliki selisih besar dari harga sebelumnya memiliki potensi untuk menjadi saham blue chip. Semoga informasi tentang apa itu Stop Loss dalam investasi saham dapat membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *