Apa Itu Saham dan Bagaimana Cara Kerja Saham?

Bagi sebagian besar orang cara kerja saham dianggap rumit. Jangan terlebih dahulu beranggapan seperti itu apabila Anda belum terjun langsung ke dunia saham. Faktanya, transaksi saham itu tidak serumit yang dipikirkan sebagian besar orang.

Dunia investasi sedang mengalami peningkatan pesat di era ini. Hampir semua kalangan memiliki keinginan untuk berinvestasi. Mampu mengelola keuangan dengan bijak dalam bentuk investasi tentunya akan sangat menguntungkan. Ada beberapa model investasi yang dapat dilakukan seperti deposito, emas, properti, reksadana, saham, dan masih banyak yang lainnya.

Daftar Isi

Apa itu saham?

Saham adalah lembar surat berharga yang menandai kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Setiap orang dapat membeli saham perusahaan apapun, tentunya yang dijual di bursa saham. Anda tidak dapat membeli hanya selembar saham. Minimal pembelian adalah sebanyak 1 lot atau sejumlah 500 lembar.

Harga 1 lembar saham sangat bervariasi tergantung saham perusahaan yang kita beli. Semakin besar suatu perusahaan, maka harga lot sahamnya juga makan tinggi. Jika diambil contoh satu lembar saham seharga Rp. 2.000. Maka 1 lot saham bisa dibeli seharga 500 lembar x Rp.2.000 yaitu Rp. 1.000.000.

Anda dapat membeli saham di pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), di bank, atau di perusahaan investasi yang menawarkan jasanya. Saham yang dibeli melalui perusahaan yang Anda gunakan harus tersertifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menghindari penipuan.

Saat ini banyak juga yang melakukan investasi saham secara online tanpa menggunakan manajer investasi. Akan tetapi Anda harus mengetahui seluk beluk perdagangan saham agar tidak merugi.

Cara Kerja Saham

Untuk dapat melakukan pembelian saham, Anda harus membuka rekening saham dengan menyetorkan sejumlah uang di rekening tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Anda bisa ke bank, BEI, ataupun perusahaan investasi.

Uang tersebut akan dikelola oleh manajer investasi untuk membeli saham dan menghasilkan keuntungan buat Anda. Begitupun Anda tidak perlu kesulitan memantau fluktuasi harga saham karena semuanya telah di kalkulasi dan eksekusi oleh manajer investasi.

Akan tetapi, apabila Anda ingin belajar menjadi pialang saham, maka rekening tersebut dapat Anda gunakan untuk membeli saham secara online di ponsel. Anda dapat bebas menentukan saham yang ingin dibeli. Akan tetapi resiko kerugiannya akan ditanggung sendiri. Anda juga harus mengetahui berita terkini tentang investasi agar tidak salah beli saham dan mengalami kerugian.

Setelah melakukan pembelian saham, kita berhak mendapatkan dividen atau merupakan pembagian laba kepada pemegang saham sesuai dengan persentasenya. Biasanya pembagian ini dilakukan satu kali setahun. Apabila perusahaan merugi, maka pemegang saham tidak akan mendapatkan keuntungan.

Selain mendapatkan dividen, Anda juga bisa menjual lot saham yang Anda miliki. Biasanya seorang trader saham pemula sering melakukan jual beli saham. Melihat penjelasan tersebut, ada beberapa mekanisme atau cara kerja dari saham yaitu sebagai berikut:

  1. Suatu perusahaan membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya.

Maka dari itu perusahaan akan menggunakan dana dari investor untuk dapat menggerakkan usahanya. Perusahaan akan menerbitkan sejumlah lot saham dan kemudian melepasnya di bursa saham. Nilainya bergantung kepada perhitungan masing-masing perusahaan.

Proses ini sering disebut dengan Initial Public Offering (IPO). Setelah menerbitkan prospektus yang berisi gambaran bisnis termasuk saham, maka investor yang berminta dapat mengisi formulir dan membeli saham sejumlah yang diinginkan.

  1. Investor akan membeli beberapa lot saham jika dianggap menguntungkan.

Investor dapat membeli saham melalui perantara manajer keuangan atau dilakukan oleh perorangan pemilik rekening saham. Biasanya indikator saham yang menguntungkan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan tiap tahunnya. Apabila laporannya menguntungkan maka banyak investor yang akan membeli.

Keterkenalan suatu perusahaan juga mempengaruhi dari harga saham. Apabila perusahaan tersebut termasuk perusahaan publik maka otomatis harga sahamnya juga akan tinggi. Selain itu juga harga bergantung pada produk yang mereka jual. Apabila perusahaan menjual produk yang dibutuhkan oleh orang banyak, maka tentu perusahaan akan untung dan harga sahamnya cenderung tinggi.

  1. Pemegang saham dapat transaksi melakukan jual beli saham.

Pemegang saham biasanya akan menjual saham yang dimiliki ketika harganya naik dan melebihi dari harga pembelian awal agar tidak merugi. Keuntungan mereka diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli. Keuntungan ini disebut dengan capital gain.

  1. Dividen berhak di terima oleh pemegang saham terakhir saat perusahaan melakukan pembagian dividen.

Seorang pemegang saham, apalagi dalam jumlah besar harus mengetahui kapan perusahaan akan melakukan rapat pemegang saham dan melakukan pembagian dividen. Anda tidak berhak menerima dividen di tahun tersebut apabila saham yang Anda miliki telah terjual ke orang lain.

Dividen akan jatuh ke orang yang membeli saham Anda. Maka dari itu jika ingin melakukan transaksi jual beli juga harus memperhitungkan faktor pembagian dividen.

Resiko Investasi Saham

Setiap investasi pasti memiliki resiko. Besar kecilnya tergantung dari jenis investasi yang Anda miliki. Beberapa jenis investasi dengan resiko rendah seperti deposito, tabungan emas, dan properti. Begitupun dengan resiko yang kecil maka nilai keuntungan atau return yang didapatkan juga tidak tinggi.

Investasi saham merupakan jenis investasi dengan tingkat resiko sedang hingga tinggi. Apabila Anda bukanlah seorang dengan tipe pengambil resiko makan investasi ini kurang cocok untuk Anda.  Selain itu juga perlu diperhatikan tujuan dari berinvestasi. Lebih baik tidak berinvestasi saham apabila dananya ingin digunakan dalam waktu dekat.

Beberapa resiko dari investasi saham seperti capital loss dan likuidasi.

Capital loss adalah kerugian yang dialami apabila menjual saham yang nilainya sedang turun, terlebih lagi nilainya jauh dibawah dari harga beli. Resiko ini mungkin saja terjadi apabila si pembeli saham tidak cermat menilai portofolio perusahaan yang dibeli sahamnya. Maka dari itu Anda harus menilai dengan cermat agar tidak mengalami kerugian.

Likuidasi adalah suatu kondisi dimana perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan. Apabila Anda memiliki saham perusahaan tersebut, tentunya Anda akan mengalami kerugian. Bila perusahaan bangkrut, maka mereka harus menjual aset berharganya untuk dapat membayar seluruh kewajiban perusahaan. Setelah semua kewajiban terpenuhi barulah perusahaan dapat membayarkan sejumlah uang kepada pemegang saham. Apabila tidak tersisa kekayaan sama sekali maka investor akan mengalami kerugian.

Dalam memilih investasi yang tepat harus diperhatikan terlebih dahulu tujuan dari investasi. Misalnya saja Anda ingin berinvestasi untuk biaya sekolah anak. Maka dari itu ada baiknya Anda menggunakan investasi jangka panjang yang aman dan nilainya sudah pasti. Jangan mengambil resiko terlalu besar apabila tujuannya untuk hal tersebut diatas.

Cara kerja saham sebetulnya tidaklah begitu rumit karena sekarang sudah banyak dilakukan oleh manajer investasi. Selain itu apabila Anda ingin mengelola sendiri juga banyak forum diskusi, buku, dan pengetahuan lain untuk belajar saham. Lakukan investasi sejak dini dan bijaklah memilih investasi yang ingin dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *