Apa Itu Obligasi dan Jenis Obligasi Dalam Pasar Modal

Jarang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mungkin belum banyak yang mengetahui apa itu obligasi dan jenis-jenisnya. Biasanya, mereka yang bermain saham sudah tahu betul mengenai arti dari obligasi itu.

Mengenal Arti Apa Itu Obligasi Dan Jenis-Jenisnya

Dari pengertiannya, obligasi merupakan salah satu surat penting yang bisa memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Ini karena, obligasi umumnya diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan tertentu yang memerlukan tambahan modal, dari pihak luar.

Bisa disimpulkan bahwa obligasi ialah surat tanda bukti hutang yang telah dikeluarkan oleh perusahaan yang kekurangan modal. Surat itu pun akan diberikan ke pihak yang memberi pinjaman. Sebab itu menjadi tanda bukti peminjaman dana sekaligus sebagai alat untuk mengklaim balas jasa pemberian hutang yang sudah diberikan.

Bentuk balas budi tersebut berupa sistem bunga, yang telah ditentukan dari sejak awal diterbitkannya obligasi itu. Jumlah bunga yang diberikan juga relatif, sesuai dengan kebijakan dan kesepakatan antar kedua belah pihak.

Mengenal Beberapa Jenis Obligasi Yang Ada Di Pasar Modal

Surat bukti peminjaman modal ini rupanya tidak hanya terdiri satu macam saja, melainkan banyak. Berikut adalah beberapa jenis obligasi yang ada di pasar modal!

Jenis-Jenis Obligasi Berdasarkan Pembayaran Bunga

Jenis obligasi berdasarkan pembayaran bunga ini terbagi lagi menjadi tiga bagian, di antaranya adalah:

  • Obligasi tanpa bunga atau zero coupon bonds, merupakan jenis surat utang yang tidak memiliki bunga atau tidak memberikan kupon secara berkala. Jika suat ketika ada investor yang membeli obligasi ini, maka ia bisa menerima keuntungan dari jumlah selisih harga jual diskonto dengan nilai yang tertera. Umumnya, surat utang tersebut punya tipe jatuh tempo jangka pendek. Seperti di bawah satu tahun dan yang paling lama adalah lebih dari satu tahun.
  • Obligasi kupon tetap atau fixed coupon bonds adalah jenis obligasi yang menawarkan suku bunga tetap ke setiap investor, hingga jatuh tempo dari surat hutang tersebut. Sehingga, investor sudah seharusnya bisa memastikan besar kecilnya keuntungan yang diterima karena suku bunganya tidak berubah-ubah.
  • Obligasi kupon mengambang atau floating coupon bonds ialah obligasi yang menawarkan kupon yang dapat berubah besarannya, sesuai dengan indeks pasar uang yang ada. Di surat utang ini juga ada batal minimalnya yaitu pada kupon pertama yang pilih menjadi besaran kupon minimal dan berlaku sampai dengan jatuh tempo.

Jenis Obligasi Berdasarkan Jaminannya (Kolateral)

Pada surat hutang ini, terdapat dua kategori obligasi yang dilihat berdasarkan jaminannya atau kolateral, seperti:

  • Secured bonds merupakan surat hutang yang dijaminkan dengan kekayaan miliki penerbitnya atau pihak ketiga. Kemudian, obligasi ini juga terbagi lagi menjadi tiga macam. Pertama ada Mortgage bonds yang merupakan obligasi dengan agunan berupa bangunan atau gedung. Collateral trust bonds yakni surat utang dengan jaminan berupa saham atau obligasi milik penerbit. Terakhir ada equipment trust certificate, yakni surat utang yang digunakan untuk membiayai aset-aset tertentu, kemudian aset tersebut dipinjamkan ke perusahaan.
  • Unsecured bonds, adalah jenis obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan milik dari penerbit. Obligasi ini juga terbagi menjadi tiga macam yakni debentures yakni surat hutang yang hanya diperbolehkan dikeluarkan oleh pihak perusahaan yang sudah terpercaya. Subordinated debentures merupakan jenis surat hutang yang tidak akan dibayarkan apabila obligasi yang sebelumnya belum dilunasi. Income bonds ialah surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan setelah mendapatkan keuntungan dengan membayar bunga. Biasanya, obligasi ini untuk mereorganisasi perusahaan-perusahaan tertentu yang dianggap belum berhasil.

Obligasi Berdasarkan Hak Penukarannya

Ada juga kategori obligasi yang berdasar dengan hak penukaran. Pada surat hutang ini pun terbagi menjadi empat macam, di antaranya:

  • Obligasi konversi yaitu jenis obligasi yang memungkinkan pihak pemegang surat hutang untuk mengonversinya jadi saham perusahaan penerbit obligasi. Dengan catatan, rasio penukarannya telah disepakati semuanya. Umumnya, surat hutang ini memiliki tingkat kupon yang lebih rendah. Sebab investor sudah dianggap memberi privilege untuk mengubah surat obligasi tersebut jadi surat kepemilikan atau saham.
  • Obligasi tukar ialah obligasi yang mirip dengan obligasi konversi. Titik perbedaannya ada pada pemegang obligasi bisa mengubah surat hutang itu jadi saham afiliasi penerbitnya.
  • Obligasi opsi beli yakni obligasi yang memberikan hak ke pihak penerbit surat hutang guna membelinya kembali dari pihak investor, sesuai dengan harga yang disepakati. Dengan kata lain, para investor dapat menawarkan harga lebih tinggi dari kupon yang dijanjikan sewaktu membeli surat hutang itu. Adanya pembelian kembali tersebut, memungkinkan pihak penerbit untuk melunasi hutang lebih awal.
  • Putable bonds yakni obligasi dengan tipe investor yang punya hak untuk meminta penerbit agar membeli kembali obligasi itu.

Jenis Obligasi Berdasar Nilai Nominal

Untuk jenis surat hutang berdasarkan nilai nominal, telah terbagi menjadi dua macam yakni:

  • Obligasi konvensional adalah obligasi yang memiliki satuan nominal berangka besar, kurang lebih 1 miliar rupiah per lot-nya. Surat berharga ini menyatakan bahwa pihak penerbit meminjam uang ke masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayarkan bunga secara berkala.
  • Obligasi ritel yakni kebalikan dari obligasi konvensional, yaitu surat hutang yang memiliki nominal kecil. Seperti angka 1 juta rupiah dan umumnya dikeluarkan oleh pemerintah meskipun korporasi juga bersedia untuk menerbitkannya.

Jenis Obligasi Berdasarkan Perhitungan Imbal Hasil

Pada obligasi berdasarkan perhitungan imbal hasi ini, terbagi menjadi dua kategori yakni:

  • Obligasi konvensional adalah obligasi yang dikeluarkan oleh pihak tertentu guna mendapatkan pinjaman dana sebagai tambahan modal. Obligasi ini memiliki perjanjian berupa pemberian bunga ke pihak investor dalam waktu tertentu. Kebanyakan memang obligasi ini menawarkan bunga sebagai sebagai syarat perjanjian hutang.
  • Obligasi syariah ialah surat hutang yang memberikan imbal hasil dalam bentuk uang sewa, sesuai dengan prinsip syariah Islam dan tidak ada unsur ribanya. Imbalan tersebut akan dibayarkan dalam periode tertentu sesuai perjanjian yang ada.

Sedikitnya itulah kelima macam obligasi dan juga bagian-bagiannya. Ada banyak dan punya definisi tersendiri ya! Jadi, ketika kamu ingin membeli obligasi, ada baiknya jika sudah mengetahui masing-masing jenisnya.

6 Keuntungan Membeli Obligasi

Lalu, kenapa harus membeli obligasi? Apakah ada keuntungannya? Tentu ada! Berikut adalah segudang keuntungan dari membeli obligasi!

  1. Adanya imbal hasil yang sudah dihitung dari awal berinvestasi.
  2. Dengan adanya kepemilikan surat hutang, maka akan terjamin soal keamanannya.
  3. Bisa memperoleh kupon secara berkala dan biasanya kupon tersebut lebih tinggi dari bunga bank. Jadi, keuntungan yang diterima jauh lebih besar dari pada deposito.
  4. Surat hutang yang ada bisa dijadikan jaminan untuk mengambil pinjaman ke bank ataupun beli saham di bursa efek.
  5. Mendapatkan keuntungan dari penjualan aset modal yang biasanya memiliki harga lebih tinggi.
  6. Terdapat lebih dari satu pilihan seri efek bersifat hutang dan bisa dipilih investor kala di pasar sekunder.

Ada banyak sekali keuntungan dari obligasi, bukan? Meski keuntungan yang diberikan tidak sebesar nilai saham, tapi dari segi keamanan, obligasi sangat aman.

Setelah mengetahui apa itu obligasi dan jenis-jenisnya, apakah kamu akan memilih obligasi ini? Sebelum itu, pastikan kamu sudah mengetahui dari masing-masing obligasi ya, agar tidak salah pilih!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *