Sebenarnya Apa itu Market Cap? Lihat Penjelasannya

Apakah anda investor pemula dan belum mengetahui apa itu market cap? Dalam dunia saham, bisnis, investasi, market cap menjadi hal yang wajib kalian ketahui. Lalu, apa arti dari market cap itu sendiri?

Dunia bisnis memang selalu memiliki istilah-istilah, yang wajib diketahui dan dipahami oleh mereka yang akan terjun dalam dunia bisnis. Investasi dengan saham pada suatu perusahaan menjadi pilihan yang disimpulkan banyak menguntungkan.

Tidak hanya perusahaan yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kesuksesan dan diminati di pasaran. Di balik itu, para investornya pun gencar untuk menanamkan modal. Mendukung serta menginginkan timbal balik dengan perusahaan. Jika perusahaan sukses, harga saham pun semakin naik di pasaran saham.

Membahas Apa Itu Market Cap?

Jika kalian sudah mengetahui bahwa kepemilikan perusahaan dapat dibeli melalui saham, maka anda sudah separuh perjalanan untuk memahami market cap. Apabila saham dalam suatu perusahaan biasanya dimiliki oleh beberapa investor, maka market cap ini adalah total keseluruhan harga saham untuk dibeli kepemilikannya secara keseluruhan, bukan untuk mendapat bagian. Hal ini berarti anda menjadi pemilik utama dari perusahaan tersebut.

Market cap memiliki kata awal “market capitalization” yang artinya kapitalisasi pasar. Dalam dunia bisnis, kata kapitalisasi sudah menjadi hal lumrah yang sangat dipahami dan memiliki arti peruntungan untuk mendapatkan uang. Perusahaan membutuhkan para investor untuk menyumbangkan dananya guna mengembangkan perusahaan. perusahaan akan menggunakan uang itu untuk melengkapi kebutuhan, memaksimalkan pengoperasian, dan nantinya investor juga akan diuntungkan apabila perusahaan tersebut mendapatkan laba dalam penjualan.

Market cap atau kapitalisasi pasar suatu perusahaan merupakan hasil dari jumlah lembaran saham yang beredar dikali dengan harga per sahamnya. Harga kapitalisasi pasar perusahaan itu tidak pasti lebih besar dari keuntungan perusahaan atau nilai asetnya. Bisa juga harga kapitalisasi pasarnya lebih rendah.

Apabila harga kapitalisasi pasar sebuah perusahaan tinggi, maka citra perusahaan tersebut biasanya dicap lebih bagus. Namun, jika anda ingin membeli perusahaan, sebaiknya jangan membeli berdasarkan nilai kapitalisasipasarnya saja yang tinggi, pastikan untuk memahami pengoperasian dan pencapaiannya apakah berjalan baik atau tidak.

Jenis-jenis Market Cap

Market cap atau kapitalisasi pasar ini memiliki 3 jenis saham yang berbeda berdasarkan nilainya, di antaranya:

  1. Small Caps atau Saham Bernilai Kecil

Small caps yaitu saham suatu perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar yang masih rendah, yaitu dengan kisaran harga Rp. 1 triliun ke bawah. Biasanya perusahaan-perusahaan kecil yang memiliki kapitalisasi pasar dengan saham bernilai kecil. Untuk anda investor pemula dan ingin berinvestasi jangka panjang untuk dilihat di masa depan, anda bisa memilih saham ini.

Namun, anda harus bersabar dan harus berhati-hati apabila perusahaan akan mengalami kerugian. Untuk berjaga-jaga, jika anda memiliki budget yang tidak banyak, sebaiknya pilih perusahaan yang sekiranya akan memiliki potensi sukses di masa depan, misalnya bisa memiliki peluang besar untuk diminati di masa depan. Contohnya dalam hal teknologi.

Untuk deviden dalam perusahaan ini, anda sebagai investor harus bersabar karena perusahaan bisa saja belum dapat menghasilkan laba. Jadi deviden untuk perusahaan berkapitalisasi pasar rendah akan tersendat sendat.

  1. Middle Caps atau Saham Bernilai Menengah/Sedang

Middle caps ini memiliki arti saham yang bernilai sedang, yaitu dengan taksiran harga Rp. 1 triliun sampai Rp. 10 triliun. Biasanya untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar sedang sudah lebih stabil dalam peruntungannya dan layak untuk dicoba apabila anda ingin berinvestasi. Sudah bisa menghasilkan deviden yang stabil setiap waktunya dan lebih aman.

Jika anda investor pemula dan menginginkan keuntungan dari investasi saham, anda bisa mencoba saham jenis ini. Harganya tidak terlalu mahal namun cukup untuk anda belajar dan mendapatkan hasil meskipun tidak terlalu banyak.

  1. Blue Chip/Big Caps atau Saham Bernilai Tinggi

Blue Chip adalah tingkatan tertinggi dalam nilai saham. Perusahaan memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi, dan pastinya sudah menjadi perusahaan yang terkenal di pasaran. Perusahaan banyak diminati di pasaran, dan memiliki sentimen pasar yang positif. Para investor-investor besar memburu blue chip ini karena devidennya serta karakteristik perusahaan yang diminati di pasaran.

Nilai kapitalisasi pasar untuk saham blue chip ini lebih dari Rp. 10 triliun. Nilai yang sudah cukup tinggi di Indonesia. Contoh perusahaannya antara lain seperti Telkom, BCA, Unilever dan lainnya.

Jika anda memiliki bugdet besar dan berani membayar lebih, anda dapat mencoba saham blue chip jika menginginkan deviden yang besar, stabil dan rutin setiap waktunya.

Tips Berinvestasi bagi Pemula

Untuk anda investor pemula, sangat wajib untuk belajar lebih banyak mengenai serba serbi dunia investasi saham. Jangan sampai anda tertipu karena kelalaian atau karena ketidak-tahuan anda. Banyak yang tertipu dengan “saham gorengan” yang sebenarnya adalah saham perusahaan kecil yang dinaik turunkan. Biasanya harga saham sangat tinggi dan anjlok dengan sangat drastis.

  1. Tetapkan tujuan anda berinvestasi

Pasti dalam berinvestasi anda memiliki cita-cita dan tujuan dalam melakukannya, seperti misalnya untuk penghasilan sampingan, atau sebagai tabungan masa depan, untuk membuat suatu perusahaan sendiri atau yang lainnya. Kemudian anda harus pikirkan target penghasilannya, apakah ingin yang sudah siap dan langsung mendapat deviden atau anda ingin mendapatkan hasil di masa depan dengan berinvestasi di perusahaan rintisan yang berpotensi.

  1. Sesuaikan dengan budget

Sesuaikan nilai investasi anda dengan budget yang anda punya. Jika bugdet sedikit, lebih baik dan aman apabila memilih Middle Caps karena sudah bisa menghasilkan laba. Dan jika anda memiliki budget yang tinggi, tidak ada salahnya untuk berinvestasi dengan saham blue chip. Namun ingat, pastikan anda jangan hanya melihat dari nilai kapitalisasi pasarnya saja. Pastikan untuk melihat, mensurvey perusahaan tentang pengoperasian dan penghasilannya. Jangan sampai tertipu dengan saham gorengan!

  1. Mempelajari ilmu saham

Mempelajari ilmu saham adalah kunci utama sebelum anda melangkah untuk mulai berinvestasi saham. Anda harus memahami hal-hal dasar dan bahkan sebaiknya untuk memahami segala sesuatunya agar tidak mengalami salah paham maupun penipuan.

Anda harus mempelajari mengenai jenis-jenis saham, sampai dengan hukum yang melindunginya agar anda selalu aman dan memiliki dasar untuk bertindak.

  1. Update isu politik dalam dan luar negeri

Dalam dunia bisnis, anda juga harus mulai mengawasi dan selalu update dalam membaca berita. Contohnya apabila ada pembaruan perundang-undangan, atau mengenai keuangan.

Berinvestasi merupakan suatu hal yang tidak gampang, anda memerlukan pengetahuan yang cukup, ruang lingkup pergaulan yang luas, serta mengetahui dan memahami dasar hukum. Apabila anda menginginkan untuk memiliki suatu perusahaan dengan menjadi pemilik saham utama perusahaan tersebut, pastikan anda memahami karakteristik dan pengoperasiannya bukan hanya dengan ketertarikan dari nilai kapitalisasi pasarnya semata. Semoga penjelasan “apa itu market cap?” membantu anda dalam berinvestasi saham.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *