Apa itu IHSG? Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Adalah

Banyak yang penasaran terkait dengan apa itu IHSG? Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang harus dipahami dengan baik untuk mengetahui tabungan saham perusahaan. Dapat diartikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan merupakan jumlah nilai gabungan dari berbagai saham perusahaan yang telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia, yang mana pergerakannya mengindikasikan situasi di pasar modal. Sangat penting juga untuk memahami faktor apa saja yang mempengaruhi IHSG, baik internal maupun eksternal.

Apa itu IHSG? Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurut Para Ahli

Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan adalah harga rata-rata seluruh saham yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia. IHSG dalam bahasa Inggris disebut Indonesia Composite Index (ICI/IDX Composite). Adapun pendapat pakar terkait dengan IHSG antara lain adalah sebagai berikut.

  • Jogiyanto

IHSG adalah angka indeks harga saham yang telah dihitung dan disusun sehingga menghasilkan trend. Dalam hal ini, angka indeks merupakan angka yang telah diolah sehingga bisa dipergunakan untuk mengkomparasikan kejadian seperti halnya perubahan harga saham di setiap waktunya.

  • Zulbiadi Latif

Sementara itu, menurut Zulbiadi Latif, Indeks Harga Saham Gabungan merupakan indeks seluruh saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia. Hal ini mencerminkan adanya trend pergerakan serta nilai rata-rata seluruh saham dari seluruh emiten di Indonesia.

Pada kenyataannya, ternyata banyak para trader saham yang menggunakan pergerakan IHSG sebagai tolak ukur dan pertimbangan dalam melakukan transaksi saham atau trading. Hal ini terjadi karena kondisi Bearish atau Bullish IHSG memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga saham terutama saham Blue Chip. Saat IHSG sedang trend, maka hal tersebut tidak selamanya berarti saham yang dipegang juga ikut turun. Biasanya hanya saham-saham dalam indeks LQ45 saja yang pergerakannya cukup dipengaruhi IHSG.

Saham yang pergerakannya cukup sebanding dengan pergerakan IHSG adalah saham yang likuid. Artinya, apabila IHSG mengalami banyak penurunan, maka saham-saham tersebut juga  mengalami banyak penurunan, begitupun sebaliknya. Yang artinya bahwa IHSG dengan saham tersebut berbanding lurus. Sementara itu, saham yang tidak begitu ramai ditransaksikan (second liner), pergerakannya cukup dibilang sangat liar. Artinya, pergerakan tersebut tidak begitu sesuai dengan kondisi IHSG. Jika IHSG mengalami penurunan maupun kenaikan sedikit, jenis saham tersebut memberikan respon yang pergerakannya memiliki selisih cukup jauh dari indeks. Para investor telah memahami terkait dengan risiko berinvestasi di second liner lebih besar daripada saham blue chip yang telah memiliki fundamental lebih baik.

Perhitungan IHSG

Perlu diketahui bahwa dasar untuk perhitungan IHSG yaitu jumlah nilai pasar dari seluruh saham yang telah tercatat pada 10 Agustus 1982. Dalam hal ini, jumlah nilai pasar yaitu total perkalian semua saham yang telah tercatat, dengan harga harga di BEJ. Namun hal ini tidak berlaku untuk perusahaan yang sedang berada di program restrukturisasi. Perhitungan indeks mewakilkan pergerakan harga saham di bursa yang terjadi di sistem perdagangan lelang.

Sementara itu, nilai dasar kemudian disesuaikan dengan cepat jika ada perubahan modal emiten maupun ada faktor lainnya yang tidak berkaitan dengan harga saham. Hal ini perlu di lakukan jika terdapat tambahan emiten baru, parsial, waran, right issue, dan lain sebagainya. Ketika terjadi deviden saham, stock split, maupun saham bonus, maka nilai dasar tidak lagi disesuaikan. Hal ini terjadi karena nilai pasar pun tidak mendapatkan pengaruh. Harga saham untuk menghitung IHSG yaitu harga saham pada pasar reguler yang telah didasarkan diharga yang yang ada berdasarkan lelang.

Fungsi Indeks Harga Saham Gabungan

Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari indeks harga saham gabungan yang perlu dipahami dengan baik.

  1. Mengukur Kinerja Pertumbuhan Pasar Saham

Dengan adanya IHSG, maka berfungsi untuk mengukur kinerja pertumbuhan pasar saham yang ada di Indonesia. Apabila nilainya semakin tinggi, maka dapat diartikan bahwa harga rata-rata saham meningkat, sehingga marketcapnya pun semakin besar.

  1. Mengetahui Pergerakan Perdagangan Saham

Selain untuk mengukur kinerja pertumbuhan pasar saham di Indonesia, ternyata IHSG juga berfungsi untuk bisa mengetahui arah dari pergerakan perdagangan saham secara menyeluruh di Bursa Efek Indonesia. Apabila mengetahui hal tersebut, sedang dalam kondisi downtrend maupun uptrend, maka para trader akan lebih mudah untuk mengetahui kondisi pasar sedang naik atau turun.

  1. Pertimbangan Trader Saham Mengambil Keputusan

Hal ini tentunya menjadi fungsi yang sangat penting karena IHSG dapat menjadi dasar untuk mempertimbangkan saat mengambil keputusan bagi para trader saham. Kira-kira saham yang dipegang lebih baik dijual atau justru waktu yang tepat untuk beli saham. Bagaimana tidak, hal ini tentu menjadi pertimbangan yang sangat penting karena saham saham likuid cenderung dipengaruhi pergerakan IHSG.

  1. Patokan Kinerja Portofolio Trader

IHSG berfungsi sebagai patokan kinerja portofolio trader. Dalam hal ini, orang-orang yang bermain saham dapat menilai kinerja investasi sudah sejauh mana apabila dibandingkan IHSG. Sebagai contoh, jika ihsg naik 15 persen pada satu tahun terakhir, portofolio 20 persen, maka kinerja investasi lebih baik. Namun jika lebih rendah dari IHSG, artinya hasil trading saham kalah dengan IHSG sehingga perlu memilih lagi strategi pemilihan saham di tahun selanjutnya.

Jenis Indeks Harga Saham

Adapun beberapa jenis Indeks Harga Saham secara umum diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar yaitu sebagai berikut.

  1. Indeks Global

Indeks Global merupakan harga semua saham yang telah terdaftar pada OJK maupun BEI. Indeks Global ini sering disebut dengan Indeks Harga Saham Gabungan. Per Juli 2018 jumlahnya sudah mencapai 590 saham dan diperkirakan terus bertambah karena perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana pun semakin bertambah.

Sementara itu terdapat jenis-jenis indeks harga saham gabungan. Pertama, seluruh saham, yaitu untuk melakukan pengukuran kinerja gabungan semua saham yang telah tercatat di Bursa Efek. Kedua, kelompok saham, yaitu nilai untuk lakukan pengukuran kinerja kelompok saham yang telah tercatat pada Bursa Efek. Ketiga, indeks LQ45, yaitu indeks 45 emiten yang telah tercatat pada Bursa Efek Jakarta yang didasarkan pada likuiditas serta nilai kapitalisasi pasar. Keempat, Indeks JII (Jakarta Islamic Index), merupakan indeks yang dijadikan dasar mengukur kinerja investasi di saham yang berbasis Syariah. Kelima, jenis usaha sektoral merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur kinerja kelompok saham yang telah dimasukkan pada 9 sektor Bursa Efek Indonesia.

  1. Indeks Sektoral

Perlu diketahui bahwa indeks sektoral ini setiap saham dengan jenis atau bidang usaha yang sama kemudian disatukan pada kelompok tertentu. Setelah itu indeksnya akan dibuat sendiri. Misalnya yaitu indeks saham properti, manufaktur, consumer goods, dan lain sebagainya.

  1. Indeks Individual

Indeks individual yaitu indeks langsung masing-masing saham di perusahaan yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia. Misalnya yaitu saham yang terdapat pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk, memiliki kode PGAS. Cara melihat indeks nya pun sangat mudah karena hanya perlu memasukkan kode untuk mengeceknya secara langsung.

Sekarang sudah mengetahui apa itu IHSG? Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan berbagai hal terkait IHSG memang sangat penting dalam dunia trading saham. Penjelasan di atas dapat menjadi referensi untuk mengetahui seputar IHSG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *