Apa Itu Blockchain? Lihat Penjelasannya Berikut Ini

Apa itu blockchain? pertanyaan yang kerap kali terlintas dalam pikiran para pemula bisnis yang umumnya dioperasikan secara digital. Blockchain merupakan suatu pelayanan yang menyediakan berbagai macam fitur guna memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi mereka yang cenderung bertransaksi melalui e-money atau uang elektronik. Sederhananya, program ini membantu Anda untuk menyimpan uang layaknya sebuah dompet, berdasarkan mata uang yang sesuai dengan aplikasi investasi yang digunakan.

Apa itu Blockchain? Ini Dia Penjelasannya!

Blockchain mulai dikembangkan sejak banyaknya orang yang beralih dari penggunaan uang konvensional menjadi uang dalam bentuk digital. Program layanan ini, menyediakan berbagai macam catatan keuangan seseorang yang kemudian diperintahkan oleh kelompok komputer tertentu bukan model komputer perorangan. Data blok yang ada, kemudian disatukan serta dijaga keamanannya melalui model prinsip rantai atau kriptografi.

Setiap pengguna dari layanan ini, dapat saling melihat aliran dana yang artinya pemasukan hingga pengeluaran dana yang dimiliki oleh seseorang akan terlihat juga oleh pihak yang turut membantu menghasilkan uang yang Anda terima ke dalam blockchain. Cara kerjanya, dimulai dari penyampaian sebuah informasi yang dilakukan oleh pihak A menuju pihak B dengan cepat dan terjaga keamanannya. Lalu, salah satu pihak yang menciptakan blok transaksi akan dipadukan dengan blok sejenis yang disusun secara berantai.

Contoh mudahnya, perumpamaan dari pembayaran sebuah tiket pesawat lewat aplikasi tertentu. Pihak bank yang menyediakan layanan kartu kredit yang diatas namakan oleh Anda, langsung mengetahui transaksi tersebut, sehingga ada biaya admin yang dikenakan atau diambil dari penumpang pesawat. Dalam hal ini, variabel yang bergerak sebagai bloknya adalah tiket.

Buat Anda yang masih bingung, intinya yaitu melalui layanan blockchain uang admin yang seharusnya dibayarkan oleh pembeli dapat dihilangkan alias bebas admin. Jadi, jumlah yang dibayarkan hanya sebesar harga tiket pesawat saja. Terlepas dari penggunaan aplikasi apa yang digunakan ketika membeli tiket tersebut.

Model layanan blockchain dapat dimanfaatkan sampai ke jenis transaksi penjualan album oleh suatu perusahaan. Pihak yang akan merasa diuntungkan tidak lain penyanyi itu sendiri. Pasalnya, mereka yang ingin mendengarkan lagu Anda tidak akan merasa terbebani karena harga yang dikeluarkan jauh berbeda dengan harga ketetapan dari pihak pemutar lagu, sebut saja salah satunya adalah Spotify.

Orang yang menggunakan layanan ini, akan menerima sebuah kode khusus dari blockchain untuk membayar langsung tanpa ada biaya tambahan lainnya. Dalam artian jika harusnya melalui pihak ketiga, pembayaran langsung dapat dilakukan ke pihak yang bersangkutan. Oleh karena itu, tidak heran seandainya biaya yang dibayarkan jauh lebih murah dibandingkan tanpa menyelipkan kode transaksi.

Aplikasi-aplikasi seperti Bitcoin maupun BitTorrent juga menyertakan layanan blockchain dalam fitur-fitur mereka. Desentralisasi termasuk ke dalam pilar pertama dari keberadaan blockchain. Artinya, pelaku pengguna langsung dihubungkan ke pusat sistem atau yang lebih dikenal dengan istilah server.

Pilar selanjutnya adalah transparansi, dimana data yang tersimpan dalam suatu ruang penyimpanan dapat diketahui oleh orang lain tetapi tidak dengan pemilik buku catatannya. Identitas Anda akan aman karena dirahasiakan oleh prinsip kriptografi. Sehingga, yang terlihat hanyalah laman publik atau link umum yang memang sengaja diperlihatkan oleh pemilik akun.

Terakhir yaitu pilar abadi atau kekal. Dikatakan demikian, karena data yang telah terhimpun ke dalam sistem blockchain tidak dapat dirubah atau bahkan diganggu oleh orang lain. Ada istilah hash pointer yang bekerja melindungi data dari para hacker yang bersifat jahat atau memang ingin menjatuhkan sebuah perusahaan. Sehingga, keterlibatan data secara rantai yang sudah memiliki hash tetap sulit untuk dirusak karena model hash yang diganggu pertama akan mempengaruhi blok di bawahnya yang menjadikannya sulit ditebak oleh hacker.

Macam-macam Suplier yang Menerapkan Sistem Blockchain

  1. Walmart

Perusahaan Walmart, ternyata termasuk ke dalam salah satu perusahaan paling berpengaruh yang ada di Amerika Serikat dalam bidang retail. Pergerakan bisnisnya mengalir dari proses distribusi pasokan kebutuhan pangan antara pemasok dengan petani. Pada tahun 2016, pihak Walmart mulai memanfaatkan blockchain guna mengurangi keterulangan database yang harus dimasukkan kembali ke sistem lainnya.

Terlihat cukup sederhana memang, tetapi ternyata hal ini sangat membantu pihak Walmart agar bekerja lebih efisien dan informasi dari data yang diinginkan dapat ditemukan dengan cepat. Setelah berhasil merasakan keunggulan dari sistem tersebut, Walmart mulai mengikutsertakan beberapa pemasok toko pangan lainnya tanpa merisaukan permasalahan ataupun  kendala yang sebelumnya mereka alami. Penjualan akan bahan pangan menjadi semakin luas dan Walmart juga menyarankan kepada toko-toko yang bergabung untuk menggunakan sistem blockchain.

  1. Blockchain Zoo

Kali ini datang dari perusahaan lokal yang berlokasi di Bali. Mereka merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa serta workshop untuk perusahaan-perusahaan lain yang ingin mengubah sistemnya menjadi blockchain. Model pemasangan sistemnya, nanti bergantung dari apa yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.

Setelah melalui masa training, perusahaan sekutu akan diarahkan dalam pembelajaran antifraud compliance, supply chain, dark web, serta bussiness progress.  Hingga kini, blockchain zoo  berhasil menggaet partner sebanyak 30 perusahaan dihitung dari mulai berdirinya perusahaan di tahun 2017. Walaupun terbilang masih sangat baru, perusahaan ini sudah memiliki kualifikasi yang mumpuni dan bekerja secara kompeten.

  1. Corechain

Corechain termasuk perusahaan yang terbilang unggul di Indonesia. Partner yang bekerjasama dengan perusahaan ini, salah satunya adalah PT Antam Indonesia sebagai pemasok barang investasi dalam bentuk emas ataupun logam. Ada juga PT Pos Indonesia yang sudah sejak lama dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia karena kemampuan pengiriman yang sangat bagus mencapai pelosok daerah yang ada di negara Indonesia.

Perusahaan corechain memposisikan dirinya sebagai bagian dari system operator dengan menghilangkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM). Tugas yang biasanya dikerjakan secara manual tergantikan oleh perangkat lunak dan perangkat keras sistem yang bisa diakses melalui digital. Kecanggihan teknologi ini juga yang membuat blockchain ramai digunakan oleh perusahaan-perusahaan ternama untuk menjaga keuangan perusahaannya serta menghindari kemungkinan terburuk dari adanya pengalihan dana investor dari orang yang bertindak sebagai operator.

  1. TokoCrypto

Tahun berdiri dari perusahaan ini sama seperti blockchain zoo, yakni di tahun 2017. Karena banyak sekali masyarakat yang tertarik akan penggunaan uang elektronik, menjadikan perusahaan TokoCrypto memiliki pengguna sebanyak 1,2 juta jiwa dengan jumlah transaksinya mencapai 100 miliar lebih setiap harinya.  Awalnya, perusahaan TokoCrypto terbentuk dari platform exchange yang berisikan para penggiat prinsip kripto.

  1. Indodax

Perusahaan paling lama yang telah menerapkan sistem blockchain di Indonesia sejak tahun 2013 silam. Penawaran yang diberikan kepada para kliennya adalah marketplace atau tempat pemasaran berbasis digital mulai dari pembelian hingga penjualan aset. Macam-macam mata uang digital diantaranya ada Dash, Litecoin, Bitcoin, serta Ethereum.

Itulah pembahasan terkait pertanyaan apa itu blockchain? pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan semoga selalu diberikan perlindungan kesehatan. See ya!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *