Analisis Reksadana Terbaik Untuk Pemula

Banyak orang yang memilih untuk berinvestasi reksadana, sehingga perlu mengetahui analisis reksadana terbaik. Penasaran bagaimana memilih reksadana terbaik? Dalam melakukan investasi, tentunya berkaitan dengan risiko dan keuntungan yang bisa diperoleh. Untuk mengawalinya, maka perlu mengetahui terlebih dahulu detail terkait reksadana. Jika dibandingkan dengan investasi secara langsung investasi reksadana terbilang mempunyai jaring pengaman yang memberikan kemudahan bagi pemula.

Memilih Analisis Reksadana Terbaik Bagi Para Pemula

Melakukan investasi bagi para pemula tentu sangat membingungkan. Apalagi ada banyak sekali jenis investasi yang bisa dipilih, salah satunya adalah reksadana. Namun demikian, dalam berinvestasi reksadana juga membutuhkan tips dan trik yang tepat sehingga bisa memilih reksadana terbaik. Bagi para pemula, berikut ini merupakan cara untuk memilih reksadana terbaik.

Risiko dan Imbal Hasil

Investasi reksadana juga berfluktuasi seperti halnya investasi lain, jadi akan mengalami kenaikan dan penurunan. Risiko ini memiliki keterkaitan yang erat dengan pergerakan pasar saham dan kepiawaian manajer investasi. Oleh karena itu, para investor dan trader harus selalu update informasi dan berita terkait dengan situasi ekonomi yang terjadi.

Riset Profil Manajer Investasi

Apabila ingin investasi melalui reksadana pastikan terlebih dahulu untuk melakukan riset terkait dengan rekam jejak manajer investasi. Perhatikan mengenai tim pengelola investasi apakah mempunyai skill dan pengalaman yang baik dalam investasi atau tidak. Misalnya ada manajer investasi yang yang mempunyai skill spesifik pada instrumen saham, tetapi ada juga manajer yang yang mempunyai skill pada area reksadana pendapatan tetap.

Sesuaikan Reksadana Dengan Tujuan Investasi

Memilih jenis reksadana menjadi hal yang sangat penting karena harus disesuaikan dengan tujuan keuangan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memilih reksadana yaitu memperhatikan berdasarkan jangka waktu investasi. Apabila ingin investasi jangka pendek, maka bisa memilih Reksadana Pasar Uang, jika ingin investasi jangka menengah bisa memilih Reksadana Pendapatan Tetap maupun campuran, sementara apabila investasi jangka panjang bisa memilih Reksadana Saham.

Lihat Sejarah Kinerja Reksadana

Sejarah kinerja reksadana dapat dilihat melalui fund fact sheet reksadana. Pastikan bahwa yang dipilih merupakan reksadana yang relatif stabil dan selalu bisa mengalahkan benchmark atau acuannya.

Return Pada Reksadana

Pada dasarnya, return menjadi faktor utama bagi orang-orang untuk melakukan investasi. Dalam hal ini, peraturan merupakan keuntungan yang didapatkan oleh investor saat melakukan investasi. Misalnya orang tersebut melakukan penanaman modal 1 juta, lalu mendapatkan pengembalian 1,5 juta, sehingga return dari investasi tersebut adalah 50%. Berikut ini merupakan beberapa return yang harus dipahami dalam analisis reksadana.

Return Realisasi

Return realisasi yang merupakan pengembalian yang sudah terjadi di mana jenis return ini dihitung berdasarkan pengembalian historis. Peraturan ini merupakan indikator dalam mengukur kinerja perusahaan, serta dapat menjadi tolak ukur return ekspektasi di masa depan.

Return Ekspektasi

Peraturan ekspektasi merupakan pengembalian yang diprediksi dan diharapkan akan diperoleh investor di waktu yang akan datang. Hal ini merupakan kebalikan dari return realisasi, di mana return ekspektasi merupakan pengembalian yang belum terjadi. Tingkat pengembalian ini dipengaruhi prospek perusahaan di masa depan.

Risk and Return

Return yang satu ini merupakan pengembalian yang berhubungan dengan risiko. Dalam hal ini, risiko merupakan ketidakpastian investasi bisa mencapai pengembalian yang diharapkan. Karena bisa saja investasi ini untung, bisa saja rugi, atau yang disebut sebagai risiko.

Risk Adjusted Return

Untuk peraturan yang satu ini memiliki hubungan erat antara return dan risiko. Pengembalian atau return disesuaikan dengan risiko yang dihitung dengan formulasi tertentu. Return dalam hal ini membuat investasi dapat dibandingkan dengan investasi lainnya pada tingkat risiko sama.

Evaluasi Investasi Reksadana

Adapun evaluasi ini idealnya melibatkan berbagai faktor, sehingga Berikut ini merupakan beberapa evaluasi terbaik yang bisa dilakukan dalam investasi reksadana.

Risiko

Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa investasi tentu semuanya mempunyai risiko. Keuntungan reksadana perlu disesuaikan dengan risiko, karena semakin pinggir aturnya, maka resikonya juga semakin besar. Indikator yang digunakan saat membandingkan kinerja reksadana adalah risk adjusted risk.

Likuiditas

Hal selanjutnya yang harus dievaluasi adalah likuiditas, yaitu pada instrumen mana investasi pada reksa dana dilakukan. Bagaimanapun juga, setiap jenis investasi tentu memberikan pengaruh pada tingkat likuiditas yaitu kemudahan pencairan. Jika investasi dilakukan pada saham saham blue chip, maka likuiditas akan semakin baik.

Usia

Faktor selanjutnya adalah usia. Dalam melakukan investasi reksadana, maka akan lebih baik menggunakan reksadana dengan usia yang sudah lama. Dengan memilih reksadana tersebut, maka artinya jenis reksa dana itu telah melewati cycle perekonomian baik ketika perekonomian terpuruk maupun sedang bagus.

Dana Kelolaan

Semakin besar dana kelolaan reksadana, maka semakin baik pula. Perlu diketahui bahwa banyaknya dana kelolaan menggambarkan bagaimana kepercayaan investor terhadap reksadana.

Objektivitas

Ketika melakukan evaluasi antar reksadana, maka wajib dilakukan dengan cara objektif yakni di periode yang sama. Untuk perhitungan keuntungan sendiri tidak dilakukan oleh afiliasi manajer investasi terkait, tetapi dilakukan pihak independen sehingga hasilnya lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kesalahan Dalam Menggunakan Indikator Keuntungan Pada Reksadana

Meskipun dalam investasi return merupakan hal yang sangat penting, tetapi menggunakan indikator returt atau keuntungan saja tidak cukup. Berikut ini merupakan kesalahan-kesalahan analisis return yang sering terjadi.

Tidak Mempertimbangkan Risiko Investasi

Risiko dan pengembalian merupakan dua hal yang saling berkaitan dan berbanding lurus. Apabila hanya melihat return tanpa mengetahui risikonya, maka bisa mengarah pada kerugian ketika ekonomi sedang terpuruk. Dengan demikian, maka penilaian yang harus dilakukan yaitu membandingkan keuntungan yang telah disesuaikan dengan risiko.

Tidak Mempertimbangkan Likuiditas

Risiko investasi reksadana yang cukup sering terjadi yaitu likuiditas di mana terhambatnya proses pencairan investasi. Jika reksadana menanamkan investasi di saham yang tidak likuid, maka akan sulit dijual sehingga saat akan mencairkan juga mengalami kesulitan.

Tidak Melihat Usia Raksa Dana

Apabila usia reksadana sudah 2 tahun, dan pada 2 tahun tersebut hanya mengalami pasar modal yang booming, maka beksadana tersebut belum teruji pada masa yang sulit. Bagaimanapun juga, dalam investasi perlu untuk memilih investasi yang telah mengalami masa sulit sehingga bisa tahan krisis. Jika usia reksadana semakin lama, maka ia telah melewati masa boom dan bust.

Tidak Memperhitungkan Size Reksadana

Biasanya, semakin besar ukuran reksadana, maka semakin populer dan semakin dipercaya reksadana itu. Bagaimanapun juga jumlah dana kelolaan dari reksadana menggambarkan kredibilitas manajer investasi dan kepercayaan dari investor.

Tidak Melakukan Evaluasi di Periode Sama

Melakukan evaluasi harus secara objektif, sehingga periodenya juga harus pada periode yang sama. Jika periodenya berbeda, maka sangat memungkinkan jika hasil kinerjanya juga berbeda sehingga tidaklah objektif.

Investasi tentu memiliki risiko, begitu pula reksadana, tetapi para trader atau investor bisa memilih diversifikasi supaya uang yang telah diinvestasikan tidak hilang dalam satu jenis investasi. Oleh karena itu, jika tidak ingin mendapatkan risiko dan kerugian yang besar dari investasi, alangkah baiknya untuk mengetahui hal-hal terkait dengan analisis reksadana terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *