Analisis Rasio Keuangan, Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Siapa bilang analisis rasio keuangan hanya dibutuhkan untuk melakukan evaluasi kinerja keuangan perusahaan? Sejumlah analisis juga sangat penting bagi bursa saham, yang saat ini sedang naik daun sebagai salah satu instrumen investasi terpopuler. Seberapa pentingkah analisis tersebut?

Analisis rasio keuangan, merupakan analisis yang dilakukan untuk melakukan perbandingan angka dalam sebuah laporan keuangan perusahaan. Fungsinya, untuk memberikan penilaian bagaimanakah kinerja sebuah perusahaan pada rentang waktu yang dianalisis.

Jenis Analisis Rasio Keuangan yang Dipakai Untuk Investasi Saham

Pada bursa saham dimana orang menggunakan saham untuk investasi, analisis rasio ini sangat penting. Terutama untuk membantu investor saham jangka panjang, untuk menentukan mana emiten atau perusahaan yang akan dibeli sahamnya. Berikut ini beberapa analisa yang sering dipakai.

  • Price to Book Value

Analisis ini dilakukan untuk melakukan perbandingan, antara harga saham sebuah emiten dengan nilai kekayaan bersih perusahaan. PBV emiten yang nilainya rendah dibanding emiten sejenis, sering disarankan untuk dijadikan emiten saham supaya investor bisa mendapatkan emiten dengan harga saham murah.

Contohnya, ketika nilai emiten A memiliki PBV dua kali lebih besar dari kekayaan perusahaan, lalu PBV emiten B hanya satu kali. Maka kecenderungan orang akan memilih emiten B.

Rumus yang digunakan untuk mencari PBV (rumus price to book value) adalah = harga saham perusahaan / nilai buku per saham perusahaan tersebut.

Contoh cara menghitung price to book value:

cara menghitung price to book value

  • Debt to Equity Ratio

Lain lagi dengan analisis yang satu ini, ratio yang didapat adalah antara hutang dan ekuitas sebuah perusahaan. Cara mencari rasionya dengan rumus debt equity ratio (DER) = total hutang perusahaan / total ekuitas perusahaan.

rumus debt to equity ratio

Untuk melihat kondisi keuangan yang sehat pada sebuah perusahaan, ada ambang batas yang ditentukan. Ketika DER>1 maka hutang perusahaan lebih besar ketimbang ekuitasnya. Sedangkan jika DER<1 artinya hutang yang dimiliki sebuah perusahaan lebih kecil dibanding ekuitasnya.

Emiten yang bisa dipilih oleh investor saham adalah, yang memiliki DER<1, yang menandakan hutang perusahaan masih dalam kondisi normal dan bisa ditolerir dengan asumsi perusahaan masih bisa membayar hutang tanpa masalah.

  • Earning per Share

Setiap emiten di bursa saham memiliki jumlah saham yang berbeda-beda untuk diperjual belikan. Analisis ini punya fungsi untuk mengecek laba yang didapat untuk setiap saham yang dimiliki emiten.

Kesimpulannya adalah ketika nilai analisis ini cenderung meningkat setiap tahun, maka tentunya laba perusahaan ikut meningkat. Maka, saham dari emiten ini layak untuk dibeli.

cara menghitung earning per share

Rumus yang dipakai untuk menentukan earning per share (EPS) adalah = laba bersih perusahaan / jumlah saham yang dimilikinya pada periode tertentu.

  • Dividend Yield

Untuk investor saham jangka panjang, rasio ini akan jadi pertimbangan saat melakukan pemilihan emiten. Rasio ini akan memberikan gambaran berapa dividen atau untung yang akan diberikan perusahaan kepada setiap pemegang saham setiap tahunnya.

rumus dividend yield

Investor tentu ingin mendapatkan untung yang jelas setiap tahunnya, sehingga lebih tenang dalam berinvestasi saham.

  • Return on Equity

Pada bursa saham nilai analisis ini akan menentukan kelayakan sebuah emiten, dimana ketika nilainya tinggi maka performa emiten akan masuk kategori baik dan layak dibeli sahamnya.

Cara analisa yang dilakukan yaitu, membandingkan return on equity (ROE) dari sejumlah emiten dengan background usaha yang sama. Ketika ROE perusahaan A lebih tinggi dari perusahaan B, maka investor akan cenderung memilih perusahaan A untuk dijadikan emiten.

rumus return on equity

Rumus untuk mendapatkan nilai ROE didapat dengan = laba bersih perusahaan / total ekuitas perusahaan.

  • Price to Earning Ratio

Rasio ini akan memperlihatkan perbandingan antara harga saham dari emiten dengan laba yang diperoleh perusahaan. Logikanya, ketika ratio price to earning ratio cenderung rendah jika dibandingkan dengan emiten lain pada jenis usaha yang sama maka harga sahamnya akan rendah pula.

Kondisi ini akan sangat diminati oleh investor saham, apalagi jika portofolio perusahaan menunjukkan tren positif keuangan dan laba perusahaan setiap tahun.

rumus price to earning ratiocara menghitung price to earning ratio

Untuk menghitung rasio ini dipakai rumus PER = harga saham / laba per saham (yang didapat dari rasio earning per share.

Kapan Analisis Rasio Profitabilitas dan Keuangan Perlu Dilakukan?

Sekian banyak analisis rasio yang sangat penting untuk investasi saham, tentu cukup membingungkan. Terutama untuk memastikan kapan dan analisis mana yang perlu dilakukan lebih dahulu.

Yang pasti adalah, analisis ini harus jadi acuan sebelum Anda menentukan emiten investasi saham. Tepatnya ketika ingin memulai main saham, jika belum paham cara melakukan analisis pastikan saja untuk meminta bantuan pihak yang kompeten untuk melakukannya.

Waktu selanjutnya yang sangat penting untuk melakukan analisis adalah, ketika emiten yang dipunya saat ini memiliki kecenderungan trend negatif. Sehingga Anda butuh emiten tambahan atau emiten lain sebagai tempat mengalihkan investasi saat memutuskan menarik semua saham pada emiten lama.

Untuk waktu lainnya, Anda tentu bisa mempertimbangkan banyak hal sebelum melakukannya. Jangan gegabah dengan mengabaikan investasi tanpa analisis karena itu sama saja dengan beli kucing dalam karung.

Apa Manfaat Melakukan Analisis Rasio Saat Main Saham?

Percaya atau tidak, banyak manfaat yang akan Anda dapatkan ketika melakukan berbagai analisis penting menyangkut keuangan emiten sebelum membeli saham mereka. Beberapa diantaranya adalah:

  • Mendapatkan data yang akurat tentang keuangan sebuah perusahaan emiten, dari berbagai sisi. Baik itu laba, nilai saham, hingga kemungkinan dividen yang akan diterima investor ketika membeli saham mereka.

Analisis yang dilakukan tentu harus menggunakan data keuangan yang akurat, bisa dicek melalui portofolio perusahaan.

  • Menjadi pembanding kondisi keuangan perusahaan satu dengan yang lainnya dalam ruang lingkup jenis bisnis yang sama. Sebab saat ini sangat banyak emiten yang berasal dari background usaha yang sama.

Contohnya di Korea Selatan, saat ini perusahaan di bidang entertainment yang menaungi banyak artis berlomba-lomba masuk bursa saham. Tapi, para investor tentu perlu melakukan analisis sebelum memilih perusahaan manakah yang akan mereka jadikan emiten.

  • Menjadi salah satu bahan pertimbangan utama bagi investor saham, dalam mengambil keputusan di bursa saham. Apakah akan membeli saham perusahaan tersebut atau menjual saham yang sudah terlanjur dibeli.

Bisa juga melakukan tindakan lainnya yang diperlukan, ketika akan mulai berinvestasi atau ketika ada masalah dalam jual beli saham.

  • Melihat masalah keuangan yang terjadi pada perusahaan, termasuk melihat apa saja kekuatan dari perusahaan tersebut dan kelemahannya. Gunanya tentu untuk memastikan apakah masuk kategori tangguh, berpeluang memberikan keuntungan, atau malah sebaliknya.
  • Menambah tolak ukur selain portofolio perusahaan yang sudah ada. Sebab, jika hanya mengandalkan itu maka hasil analisis masuk kategori tidak maksimal. Alhasil ketika sudah berinvestasi saham, Anda malah jadi rugi.

Ternyata sangat penting untuk melakukan analisis rasio di bidang keuangan sebuah perusahaan termasuk rentabilitas yang dimilikinya sebelum dijadikan emiten. Semakin lengkap analisis yang dilakukan, maka Anda akan semakin tepat dalam mengambil keputusan di bursa saham.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *