Penjelasan Analisis Rasio Keuangan dan Rasio Solvabilitas

Ada beberapa yang sudah tahu dan ingin memperdalami mengenai materi yang akan saya bahas kali ini, dan ada beberapa di antaranya yang baru mengenal dan sangat awam dengan materi ini, berikut saya bahas mengenai analisis rasio keuangan dan rasio solvabilitas yang wajib anda ketahui agar berinvestasi dengan aman.

Pengertian Analisis Rasio Keuangan Dan Rasio Solvabilitas

Analisa yang biasa digunakan oleh perusahaan dalam menilai kinerja keuangan berdasarkan data dari perbandingan masing-masing pos, yang terdapat pada laporan keuangan seperti laba rugi, laporan neraca serta arus kas dalam periode tertentu.

Dengan tujuan supaya bisa memberikan gambaran informasi mengenai posisi keuangan serta kinerja perusahaan yang dapat dijadikan pedoman dalam mengambil sebuah keputusan bisnis. Penyajian rasio dilakukan secara sederhana agar mudah dipahami.

Rasio keuangan ini hanya memiliki 2 pengguna utama, yaitu investor dan managemen. Managemen ini memakai rasio keuangan untuk menentukan baik tidak nya kinerja dari perusahaan mereka untuk mengevaluasi ke mana perusahaan dapat memperbaiki diri.

Misalnya jika perusahaan memiliki margin kotor yang rendah, manager bisa mengevaluasi bagaimana strategi untuk meningkatkan margin yang kotor. Investor menggunakan rasio keuangan untuk melihat bagus tidaknya perusahaan untuk dijadikan lahan berinvestasi, dengan begitu investor bisa lebih menentukan investasi terbaik di perusahaan yang mana.

Rasio solvabilitas atau ratio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang telah dipinjam dari kreditur perusahaan itu sendiri. Rasio ini digunakan dengan maksud untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang, rasio ini memberikan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman seperti Bank.

Fungsi Dari Analisa Rasio Keuangan Dan Analisa Rasio Solvabilitas

  1. Menentukan seberapa baik kinerja dari suatu perusahaan, untuk mengevaluasi ke mana perusahaan dapat memperbaiki diri. Misalnya jika perusahaan memiliki margin kotor yang rendah manager dapat mengevaluasi bagaimana cara untuk meningkatkan margin kotor perusahaan itu.
  2. Melihat apakah perusahaan itu tempat yang bagus untuk berinvestasi. Dengan membandingkan rasio keuangan antara perusahaan dengan industri investor bisa lebih menentukan investasi terbaik.
  3. Mengukur perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya seperti kreditor
  4. Mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap seperti angsuran pinjaman termasuk dengan bunga
  5. Mengukur keseimbangan antara modal dengan nilai aktiva khususnya aktiva tetap.
  6. Mengukur besar kecilnya aktiva perusahaan yang telah dibiayai oleh utang
  7. Menilai besarnya kecilnya pengaruh utang perusahaan akan pengelolaan aktiva.
  8. Mengukur berapa besar bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan sebagai jaminan utang dalam jangkau waktu yang Panjang.
  9. Mengukur berapa besar dana pinjaman yang akan segera ditagih terdapat sekian kalinya modal sendiri yang dimiliki.

5 Jenis Rasio Keuangan Perusahaan Menurut Budi Raharjo Dalam Buku Keuangan Dan Akuntansi (2007 : 104)

  1. Rasio Likuiditas Atau Liquidity Ratio

Rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dalam rasio-rasio likuiditas Analisa anda bisa melakukannya dengan menggunakan rasio sebagai berikut.

  • Rasio lancer atau current ratio, merupakan rasio yang di gunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang sudah masuk jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.
  • Rasio cepat atau quick ratio / acid test ratio, merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva yang lancar pula tanpa memperhitungkan nilai persediaan.
  • Rasio solvabilitas atau leverage / solvency ratio, yang menunjukkan kemampuan dari perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya dalam jangka pendek ataupun jangka Panjang.
  1. Rasio Perputaran Persediaan Atau Inventory Turnover Ratio

Rasio perputaran persediaan ini digunakan untuk mengukur aktivitas atau likuiditas dari persediaan perusahaan.

Rasio perputaran total aktiva atau total asset turn over ratio, menunjukkan efisiensi di mana perusahaan menggunakan semua aktivanya dengan tujuan meningkatkan penjualan.

  1. Rasio Aktivitas Atau Activity Ratio

Rasio aktivitas ini merupakan rasio yang menunjukkan tingkat efektifitas dalam penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan kepada anda, rasio yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:

  • rasio aktiva hutang terhadap aktiva atau total debt to asset ratio, rasio ini digunakan dalam mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar hutang perusahaan akan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
  • Rasio hutang terhadap ekuitas atau total debt to equity ratio, menunjukkan hubungan antara jumlah modal yang diberikan oleh pemilik perusahaan dengan jumlah utang jangka Panjang, guna mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditor dengan pemilik perusahaan.
  1. Rasio Profitabilitas Dan Rentabilitas Atau Profitability Ratio

Rasio ini digunakan untuk menunjukkan tingkat imbalan atau perolehan keuntungan dibandingkan dengan penjualan atau aktiva, Analisa ini bisa dilakukan dengan menggunakan rasio sebagai berikut yaitu:

  • Margin laba kotor atau gross profit margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.
  • Margin laba operasi atau operating profit margin yang merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran uang lain kecuali bunga dan pajak atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dalam penjualan.
  • Margin laba bersih atau net profit margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil dari sisa penjualan setelah dikurangi semua biaya serta pengeluaran, termasuk dengan bunga dan pajak.
  1. Rasio Investasi Atau Investment Ratio

Rasio investasi ini merupakan rasio yang menunjukkan rasio investasi dalam surat berharga atau efek khususnya saham dan obligasi. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian atau imbalan kepada para pembeli dana, khususnya investor yang ada di pasar modal dengan jangka waktu tertentu. Rasio tersebut memiliki nilai manfaat untuk para investor dalam menilai kinerja sekuritas saham di pasat modal.

Agar bisa melakukan analisis rasio sebelumnya anda harus memiliki laporan keuangan yang jelas. Laporan keuangan ini terdiri dari laporan laba rugi, laporan neraca serta laporan arus kas yang bisa dengan mudah, oleh karena itu anda bisa memanfaatkan software akuntansi yang dapat memudahkan proses hitung menghitung, salah satu software yang bisa membantu anda adalah jurnal.

Jurnal bisa membantu anda memiliki berbagai berbagai macam laporan keuangan dengan hasil yang akurat serta waktu pengerjaan yang terbilang cepat. Selain itu jurnal juga menyediakan laporan dengan bentuk grafik yang memudahkan anda dalam menganalisis keuangan bisnis dalam jangka waktu yang singkat, karena dari itu sangat penting bagi anda untuk membuat analisis rasio keuangan dari sekarang juga.

Itu dia sekilas tentang analisis rasio keuangan dan rasio solvabilitas semoga bermanfaat dan bisa membantu anda, terima kasih salam sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *