Skip to content

7 Strategi Investasi Hadapi Bear Market

Bear market adalah fenomena penurunan pasar, jatuhnya harga sekuritas, dan meluasnya pesimisme pasar. Kata Bearish atau penurunan pasar digunakan ketika harga turun 20 % atau lebih. Jika fenomena ini terus berlanjut akan berdampak pada indikator sosial. Ada empat indikator sosial yang diperhatikan akibat dari terjadinya bear market:

  1. Meningkatnya angka pengangguran.
  2. Menurunnya tingkat konsumsi masyarakat.
  3. Profit perusahaan menurun.
  4. Meningkatnya campur tangan pemerintah terhadap tingkat suku bunga.

Pada kondisi ini, banyak investor yang akan menjual sahamnya. Bear market di obligasi disebabkan karena kenaikan suku bunga dengan naiknya suku bunga tersebut banyak investor akan menjual obligasinya mereka. Bear market biasanya berlangsung  dalam waktu yang lama, mulai dari berbulan-bulan hingga tahunan.

Mengapa bear market sangat dikhawatirkan? Bagaimana strategi investasi yang tepat yang dapat dilakukan? Sebagai investor Janganlah panik jika mengalami kondisi seperti ini. simak tips berikut untuk menghadapi situasi bearish.

#1 Hadapi bear market dengan tenang dan jangan agresif

Salah satu sifat yang harus dimiliki investor harus bisa membuat keputusan dengan kepala jernih. Selalu berfikir positif dan yakin bahwa badai akan cepat berlalu. Emosi hanya akan merusak rasionalisasi dan membuat dapat membuat rencana kacau kalian. Jadi tetaplah tenang dan berfikir jernih.

#2 Menerapkan Dollar-Cost Averaging (DCA) Sebagai Strategi

Menerapkan dollar-cost averaging (DCA) merupakan salah satu solusi jika terjadi bear market. Dan ubah menjadi investasi jangka panjang untuk meminimalisir kerugian. Trik ini dapat membantu kestabilan keuangan saat terjadi bearis.

#3 Play dead

Memprioritaskan sekuritas pasar uang / play dead dalam investasi. Dengan sekuritas pasar uang dapat membeli sertifikat deposito atau instrumen lain yang mempunyai likuiditas tinggi dan tanggal jatuh tempo yang cepat.

#4 Investasi Saham Sesuai Kemampuan

Tetaplah pegang prinsip investasi saham sesuai dengan kemampuan dan tidak boleh terlibat dalam ekuitas kecuali memiliki jangka waktu investasi minimal 5 tahun. Sebagai investor janganlah memaksakan untuk menginvestasikan uangnya pada investasi yang high risk yang mereka tidak dapat menanggung kerugian. Aturlah investasi dengan bijak.

#5 Mencari saham dengan nilai yang bagus

Pada saat Bear market menjadi kesempatan emas bagi beberapa investor untuk membeli saham-saham perusahaan saat sedang turun/ harga rendah. Investor dapat melakukan teknik ini bila mempunyai cukup uang/modal yang tidak digunakan.

#6 Coba saham di industri yang defensif

Saat sedang terjadi bear market Industri defensif atau non-cyclical saham biasanya mempunyai performa atau daya tahan yang lebih baik dibanding saham yang lain. Perusahaan indutri defensif memberikan dividen dan pendapatan yang stabil, terlepas dari situasi pasar. Contoh Perusahaan industri defensif misalya Perusahaan sampo, pasta gigi, dan sabun adalah contoh non-cyclical saham.

#7 Metode Short seller Melalui ETF

Pada saat bear market tidak semua saham mengalami penurunan. Ada beberapa perusahaan dibidang tertentu sesuai kondisi pasar akan naik. Dari momen tersebut Investor bisa meminjam saham melalui investasi ETF (Exchange Traded Fund) kemudian menjual dan membelinya kembali dengan harga rendah. Perlu di diketahui Short seller harus meminjam saham dari broker pada saat sebelum pesanan short-selling dieksekusi.

Itulah7 tips menghadapi situasi bearish atau bear market. Tetaplah menjadi investor yang teliti, cermat, dan dapat memanfaatkan momen serta pengelolaan waktu adalah kunci utama kesuksesan. Jadi tetap semangat belajar untuk menjadi investor. Jangan lupa gunakan selalu uang dingin saat berinvestasi ya!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published.